Kronologi Kapal Virgo Transport 8 Tenggelam Diungkap Penumpang yang Selamat, Miring Cepat Tanpa Alarm!
📅 Minggu, 13 Sep 2026, 20:34 WIB | Oleh: OpikBANJARMASIN - Kapal Virgo Transport 8 tiba-tiba miring ke kiri dengan sangat cepat sekitar pukul 01.20 Wita tanpa alarm maupun pemberitahuan sebelum akhirnya tenggelam, berdasarkan kesaksian penumpang yang selamat, Ahmad Saudi.
Ahmad menuturkan dirinya sedang tidur di sofa ketika mendengar seorang penumpang berlari sambil memberitahukan kapal dalam kondisi miring, sehingga ia segera berdiri dan melihat kapal memang sudah mengalami kemiringan sebelum berupaya menyelamatkan diri.
“Saya tanya, kenapa pak?, lalu dijawab katanya kapal miring, terus saya berdiri, ternyata memang miring benar. Langsung saya lari ke bawah,” kata Ahmad saat ditemui di ruangan pelayanan kesehatan darurat bagi korban kecelakaan Kapal Virgo Transport 8 di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Minggu (13/9) malam.
Setelah berada di bagian bawah kapal, Ahmad berpegangan pada tiang dekat jendela untuk mempertahankan tubuhnya ketika kapal semakin miring, kemudian mengikuti posisi kapal hingga berhasil bergerak menuju bagian atas sebelum kapal semakin tenggelam.
“Saya ke tiang jendela, saya pegangan sampai kapal itu miring, miring, miring. Saya tetap pegangan. Habis miring saya naik ke atas, kemudian menunggu kapal sampai tenggelam,” ujarnya.
Ahmad kemudian menyelamatkan diri menggunakan perahu karet setelah kapal semakin tenggelam, lalu bertahan bersama penumpang lainnya dalam kondisi laut masih gelap sambil menunggu pertolongan dari kapal yang datang menyelamatkan.
Ia mengatakan terdapat 15 orang di dalam perahu karet bersamanya dan seluruhnya berhasil dievakuasi ke kapal penolong, dengan kelompok tersebut terdiri atas laki-laki dan tidak terdapat penumpang perempuan.
“Yang di kapal karet itu ada 15 orang. Selamat, bisa naik ke kapal yang menolong tadi. Rata-rata laki-laki, perempuan tidak ada,” katanya.
Menurut Ahmad, kondisi laut saat berada di perahu karet cukup berat, karena angin dan gelombang besar terus menghantam perahu selama sekitar tiga jam, sehingga mereka harus bertahan hingga pertolongan datang.
“Gelombang terasa di dalam kapal. Di kapal karet itu saja tiga jam dihantam ombak terus. Pokoknya angin, gelombangnya besar dan tinggi,” ujarnya.
Dia mengatakan kapal sempat terus bergoyang akibat hantaman gelombang, tetapi kemiringan yang dialaminya berlangsung sangat cepat ketika badan kapal bergerak ke kiri, sehingga ia memilih tetap berpegangan untuk mempertahankan diri.
“Kapal miring gini, langsung miring. Miringnya itu cepat banget, karena posisinya sudah larinya ke kiri,” ujarnya.
Ia mengaku tidak mengetahui secara pasti kondisi seluruh penumpang yang masih berada di dalam kamar ketika kapal mulai miring, namun berdasarkan pengamatannya sejumlah orang yang berhasil keluar dan mencapai perahu karet merupakan laki-laki.
“Masih banyak. Kayaknya banyak, soalnya yang keluar sopir-sopir saja kayaknya, orang laki-laki saja. Kalau yang di kamar-kamar itu kayaknya belum bisa keluar,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!