967 Ribu Ton Bansos Beras Juli-September Tuntas, Lanjut 3 Bulan Lagi Sampai Desember
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 23:55 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Doc: istimewa
JAKARTA - Program bantuan pangan beras tahap kedua tahun 2026 tuntas 100 persen. Perum Bulog atas penugasan Badan Pangan Nasional (Bapanas) berhasil menyalurkan 967,5 ribu ton beras untuk periode Juli, Agustus, dan September, selesai tepat pada 30 September lalu.
Capaian tertinggi terjadi di wilayah Indonesia Timur. Beberapa provinsi seperti Papua, Papua Barat Daya, dan Papua Tengah berhasil mencapai 100 persen penyaluran, berkat kolaborasi apik Bulog dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri.
"Untuk realisasi program bantuan pangan beras periode Juli, Agustus, September telah selesai salur sebanyak 967,5 ribu ton atau 97 persen. Selanjutnya pemerintah akan melanjutkan bantuan pangan beras kembali untuk periode Oktober, November, dan Desember," kata Direktur Distribusi dan Cadangan Pangan Bapanas Rachmi Widiriani di Jakarta, Selasa (6/10/2026).
Penyaluran yang dimulai pertengahan Agustus ini terbukti ampuh menjadi rem fluktuasi harga beras. Dengan sasaran lebih dari 30 juta penerima, kebutuhan konsumsi masyarakat berpenghasilan rendah terbantu sehingga permintaan di pasar menurun dan harga ikut terkoreksi.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tren penurunan. Jika pada minggu keempat Agustus tercatat 147 kabupaten/kota mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras, pada minggu pertama Oktober jumlahnya menyusut menjadi hanya 115 kabupaten/kota.
Efek penurunan harga ini diakui langsung oleh pedagang. Pedagang beras di Magelang dan Sukoharjo, Jawa Tengah, serta Ketua Koperasi Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Dedy, mengamini adanya penurunan harga selama bansos digelontorkan.
"Kan ada bantuan pangan. Kemarin ada rapelan, sampai per penerima manfaat kan itu kan ada tambahan 1 juta ton lagi, jadi 30 kilogram per penerima manfaat. Nah itu kan lumayan berdampak juga. Dua minggu terakhir, itu memang mengalami penurunan untuk harga, kisaran Rp 400 sampai 500," ungkap Dedy.
Dengan tuntasnya tahap pertama (Februari-Maret) sebanyak 662,8 ribu ton dan tahap kedua 967,5 ribu ton, total Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang telah digelontorkan tahun ini mencapai 1,63 juta ton.
Pemerintah memastikan program akan berlanjut hingga akhir tahun atas direktif Presiden Prabowo Subianto. Dengan tambahan periode Oktober-Desember, total alokasi bantuan pangan beras tahun 2026 akan pecah rekor, menjadi yang terbesar sejak diluncurkan pada 2023.
"Ini merupakan bentuk kecintaan Bapak Presiden Prabowo kepada rakyat. Beliau ingin 33,24 juta keluarga yang memang membutuhkan bantalan ekonomi, itu menjadi prioritas pemerintah, agar setiap bulan kebutuhan berasnya dapat terpenuhi," kata Kepala Bapanas yang juga Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.
Tahun ini, setiap dari 33,24 juta penerima mendapat 10 kg beras per bulan. Jika ditotal, alokasi Januari-Desember (8 bulan) bisa mencapai 2,6 juta ton, dengan rincian 662,8 ribu ton (Feb-Mar), 967,5 ribu ton (Jul-Sep), dan estimasi 997 ribu ton (Okt-Des).
Angka ini melampaui rekor sebelumnya di tahun 2024 yang hanya 1,9 juta ton untuk 22 juta penerima selama 10 bulan.
Kepastian kelanjutan bansos hingga Desember 2026 sebelumnya disampaikan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto usai Rapat Terbatas di Istana Kepresidenan, Senin (7/9/2026).
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!