Nilai Tukar Petani Kalbar Anjlok, Alami Penurunan Terdalam dan Terburuk se-Kalimantan
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 20:04 WIB | Oleh: OpikPONTIANAK, KALIMANTAN BARAT - Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Barat mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) Kalbar turun 1,50 persen pada September 2026, menjadi penurunan terdalam dibandingkan empat provinsi lain di Pulau Kalimantan.
"Nilai Tukar Petani pada bulan September berada pada level 177,68 poin, turun dari 180,38 poin pada Agustus 2026," kata Kepala BPS Kalbar Muh Saichudin di Pontianak, Selasa (6/10).
Dia mengatakan pelemahan NTP terjadi karena harga yang diterima petani menurun, sementara harga yang harus dibayar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi dan produksi justru meningkat.
Indeks Harga yang Diterima Petani (It) turun 0,52 persen dari 231,53 menjadi 230,33 poin. Sebaliknya, Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) naik 1,00 persen dari 128,36 menjadi 129,63 poin.
“Komoditas yang menjadi penyumbang terbesar turunnya It yaitu kelapa sawit, gabah, ayam ras pedaging, dan kelapa,” kata Saichudin di Pontianak, Selasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dari lima subsektor pertanian, empat mengalami penurunan NTP, yakni tanaman pangan 1,48 persen, tanaman perkebunan rakyat 1,68 persen, peternakan 1,05 persen, dan perikanan 0,23 persen.
Sementara itu, subsektor hortikultura menjadi satu-satunya yang mengalami kenaikan NTP, yakni 3,76 persen. Kenaikan tersebut didorong meningkatnya It hortikultura sebesar 4,74 persen, terutama kelompok sayur-sayuran yang naik 12,65 persen.
Tekanan terhadap NTP juga berasal dari meningkatnya pengeluaran rumah tangga petani. Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) petani naik 1,21 persen pada September, dengan 10 dari 11 kelompok pengeluaran mengalami kenaikan.
Kenaikan terbesar terjadi pada kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,37 persen, disusul makanan, minuman, dan tembakau 1,50 persen serta transportasi 0,85 persen. Kelompok pendidikan tidak mengalami perubahan.
Secara regional, Kalbar menjadi satu dari dua provinsi di Kalimantan yang mengalami penurunan NTP. Selain Kalbar, Kalimantan Utara turun 0,06 persen, sedangkan Kalimantan Selatan naik 1,92 persen, Kalimantan Tengah 1,08 persen, dan Kalimantan Timur 0,81 persen.
Penurunan NTP Kalbar juga berlawanan dengan tren nasional. NTP Indonesia pada September 2026 meningkat 1,49 persen dari 129,19 menjadi 131,11 poin dibandingkan Agustus.
Selain NTP, Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) Kalbar turun 0,74 persen dari 185,08 menjadi 183,71 poin. Penurunan tersebut terjadi karena It turun 0,52 persen, sementara indeks biaya produksi dan penambahan barang modal meningkat 0,22 persen. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!