Memperkuat Pembinaan Qori-qoriah Secara Berkelanjutan
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 23:50 WIB | Oleh: Tim PenulisSumbawa - Pemerintah Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, memperkuat pembinaan qori dan qoriah secara berkelanjutan untuk menemukan talenta terbaik daerah sekaligus meningkatkan prestasi dalam berbagai kompetisi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ).
Bupati Sumbawa H. Syarafuddin Jarot mengatakan pembinaan dan seleksi harus dilakukan secara objektif dengan mengutamakan potensi peserta, sehingga anak-anak yang memiliki kemampuan memperoleh kesempatan untuk berkembang dan mewakili daerah.
"Yang penting punya bakat, jangan hanya karena kedekatan atau hubungan tertentu. Para pembina, pelatih, dan pendamping harus mencari potensi-potensi dan bakat-bakat terbaik," kata Jarot saat menghadiri Pelatihan Pelatih Qori/Qoriah Kabupaten Sumbawa 2026 di Sumbawa Besar, Selasa.
Menurut dia, Sumbawa telah menunjukkan perkembangan prestasi dalam sejumlah ajang MTQ, termasuk pernah meraih tujuh medali dalam salah satu pelaksanaan lomba. Capaian tersebut, kata dia, harus menjadi pijakan untuk meningkatkan prestasi pada kompetisi berikutnya.
"Kalau kemarin kita berada di peringkat enam, maka ke depan harus naik lagi, naik lagi," ujarnya.
Ia mengatakan keberhasilan qori dan qoriah tidak hanya ditentukan kemampuan teknis membaca Al Quran, tetapi juga kesiapan mental, pengaturan napas, ketekunan, dan pembinaan yang konsisten. Karena itu, peningkatan kapasitas pelatih dinilai penting untuk memperkuat pembinaan mulai tingkat kecamatan hingga kabupaten.
Pelatihan Pelatih Qori/Qoriah Kabupaten Sumbawa 2026 menghadirkan qori internasional Ustadz H. Darwin Hasibuan sebagai narasumber untuk berbagi pengalaman dan teknik kepada para pelatih serta peserta.
Bupati juga mengingatkan agar proses pembinaan tidak hanya berorientasi pada juara, tetapi mampu mempertahankan talenta terbaik daerah agar tidak memilih mewakili daerah lain.
"Jangan sampai atlet atau qori-qoriah kita justru membela daerah lain dan kemudian mengalahkan Sumbawa," katanya.
Selain prestasi kompetisi, Jarot menekankan pembinaan Al Quran harus turut membentuk karakter generasi muda melalui penerapan nilai-nilai Al Quran dalam kehidupan sehari-hari.
"Al Quran bukan hanya untuk dihafal di kepala, tetapi harus disimpan di hati dan diwujudkan melalui perilaku, gaya hidup, dan keimanan," ujarnya.
Kegiatan di Aula Hotel Samota Grand Sumbawa Besar tersebut diikuti para pelatih, qori-qoriah, peserta pelatihan, dan jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Sumbawa.
Pemerintah Kabupaten Sumbawa berharap penguatan kapasitas pelatih dan pembinaan berbasis potensi dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik yang mampu meningkatkan capaian daerah dalam kompetisi Al Quran di tingkat regional maupun nasional.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!