AAJI Perkuat Kesiapan C-Suite Hadapi Transformasi AI dan Digital
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 16:15 WIB | Oleh: Paundra ZakirullohJAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) menggelar program eksekutif Future by Design pada 1–2 Oktober 2026 untuk memperkuat kesiapan para CEO dan C-Suite perusahaan anggota dalam menghadapi transformasi digital. Program tersebut memadukan pembelajaran strategis dengan eksplorasi teknologi yang dinilai relevan bagi perkembangan industri asuransi jiwa.
Penyelenggaraan Future by Design dilakukan di tengah perkembangan artificial intelligence (AI), data analytics, dan ekosistem digital yang semakin memengaruhi cara perusahaan menjalankan bisnis. Perubahan tersebut juga mendorong perusahaan untuk menyesuaikan proses pengambilan keputusan dan pola pelayanan kepada nasabah.
Kepala Departemen Pengawasan Asuransi dan Jasa Penunjang OJK, Sumarjono, menilai strategic leadership menjadi salah satu aspek penting dalam mengarahkan pemanfaatan teknologi dan AI secara bertanggung jawab. Menurutnya, pemimpin industri perlu memahami tujuan penggunaan AI, tingkat strategis pemanfaatannya, proses penggunaannya, serta pihak yang bertanggung jawab apabila terjadi kesalahan.
"AI tanpa leadership hanyalah teknologi, tetapi leadership yang memahami AI dapat mengubah teknologi menjadi sebuah strategi. Pemanfaatan AI dalam underwriting, claims management, fraud detection, customer service, distribution, maupun product development pada akhirnya merupakan keputusan strategis dan bisnis yang menjadi tanggung jawab institusi."
Sumarjono menambahkan, pemanfaatan AI di industri asuransi jiwa membutuhkan professional judgment dan dukungan sumber daya manusia yang memahami aspek asuransi sekaligus teknologi. Hal tersebut menjadi penting karena keputusan yang dihasilkan teknologi dapat berkaitan langsung dengan proses bisnis dan pelayanan kepada nasabah.
Dalam penerapannya, AI juga perlu tetap berada dalam pengawasan manusia melalui prinsip human-in-the-loop. Pada proses seperti underwriting, penghitungan premi, hingga penilaian klaim, manusia tetap berperan dalam meninjau hasil AI dan menentukan keputusan akhir, termasuk menyetujui, menyesuaikan, maupun membatalkan keputusan tersebut.
Ketua Dewan Pengurus AAJI, Albertus Wiroyo, mengatakan perkembangan teknologi dan AI dapat membantu CEO serta decision makers meningkatkan kinerja perusahaan. Menurutnya, perhatian perusahaan tidak lagi sebatas keputusan membeli atau mengganti sistem, tetapi harus diarahkan pada bagaimana investasi teknologi dapat memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja dan bottom line perusahaan.
"Pemanfaatan AI juga tetap membutuhkan pengawasan dan kendali manusia yang kuat, terutama dalam proses yang dapat berdampak langsung pada nasabah."
Selain teknologi, transformasi digital juga menuntut industri memperkuat kompetensi sumber daya manusia, proses bisnis, tata kelola data, keamanan siber, dan manajemen risiko. Industri juga perlu mengikuti arah kebijakan pengawasan serta regulasi AI agar inovasi tetap berjalan dengan memperhatikan stabilitas dan daya saing industri asuransi jiwa nasional.
Melalui Future by Design, AAJI tidak hanya memperkenalkan teknologi dan AI kepada para pemimpin perusahaan, tetapi juga mendorong mereka memahami proses penerapannya dalam bisnis. Dengan pendekatan tersebut, para CEO dan C-Suite diharapkan mampu mengidentifikasi kebutuhan, memverifikasi relevansi solusi teknologi, serta memahami risiko sebelum mengambil keputusan.
Program Future by Design menghadirkan tiga rangkaian kegiatan yang saling melengkapi:
- Future Life Leader ditujukan bagi CEO perusahaan anggota AAJI. Program yang difasilitasi Access Wealth Co., Ltd. dari Thailand ini menggunakan pendekatan hands-on dan interaktif untuk mengeksplorasi pemanfaatan teknologi dan AI, mengembangkan ide serta strategi, hingga menerjemahkannya menjadi solusi bisnis.
- Future Proofing Insurance ditujukan bagi COO, CIO, CTO, hingga CFO. Program ini membahas kesiapan perusahaan dalam pemanfaatan teknologi, mulai dari regulasi, data, sumber daya manusia, keamanan, tata kelola, hingga proses bisnis.
- Future-TechInsure Exhibition menghadirkan perusahaan penyedia teknologi untuk memperkenalkan dan mengeksplorasi solusi teknologi bagi bisnis asuransi jiwa melalui demo produk, proof of concept, dan sandboxing.
Pada sesi pendahuluan, Future by Design turut menghadirkan perspektif Amazon Web Services (AWS) melalui topik "Dare to Disrupt: Legacy to Innovation and Breakthrough". Tata Consultancy Services (TCS) juga memberikan materi dengan topik "Life and Health Insurance Ecosystem Integration".
Sejumlah topik lain turut diberikan kepada peserta C-Level, di antaranya SLIK dan Pemanfaatan Ekosistem Data Digital dari DPDS OJK serta Kesiapan SDM Menghadapi AI dan Digitalisasi dari BNSP. Peserta juga memperoleh materi mengenai Implementasi POJK 36/2025 dari REY ID, Cybersecurity dari praktisi asuransi Adrianus Darmawan, Data Privacy dari FINDANET, serta ISO 27100 dari Premysis Consulting.
Selain itu, peserta mendapatkan insight mengenai Rebooting Life Insurance dari AWS, System Modernization dari TCS, serta Business Process Technology Transformation dari IOH. Beragam materi tersebut dirancang untuk memberikan gambaran yang lebih luas mengenai kesiapan industri dalam menghadapi perubahan teknologi dan kebutuhan bisnis.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!