Zidane Awali Era Sebagai Pelatih Prancis Tanpa Kekalahan, Rasa Optimistis Mulai Tumbuh
Rabu, 07 Okt 2026, 00:04 WIB | Oleh: Benny Mudesta Putra
Doc: UEFA
PARIS — Zinedine Zidane mengawali era barunya sebagai pelatih tim nasional Prancis dengan catatan tak terkalahkan. Dalam dua pekan pertamanya menangani Les Bleus setelah 14 tahun berada di bawah kendali Didier Deschamps, Zidane berhasil membawa Prancis melewati rangkaian pertandingan UEFA Nations League dengan sejumlah tanda positif.
Peraih Ballon d'Or 1998 itu menjadi pelatih pria Prancis pertama sejak Aimé Jacquet pada 1994 yang memenangkan pertandingan debutnya. Zidane mengawali kiprahnya dengan kemenangan tipis 1-0 atas Turki.
Ia juga menjadi pelatih Prancis pertama sejak Raymond Domenech pada 2004 yang mampu melewati empat pertandingan pertamanya tanpa kekalahan.
Setelah kemenangan yang diraih dengan susah payah atas Turki, Prancis kemudian dua kali mengalahkan Belgia. Mereka menutup rangkaian pertandingan tersebut dengan hasil imbang 1-1 melawan Italia pada Jumat, dalam laga kandang pertama Zidane sebagai pelatih Prancis.
"Kami tampil cukup baik dalam pertandingan-pertandingan tersebut, meskipun kami selalu bisa berkembang dan menjadi lebih baik," kata Zidane.
"Kami melakukan semua itu dalam 15 hari, dalam jendela internasional pertama. Ini sangat menggembirakan dan saya sangat optimistis dengan apa yang akan datang. Kami bekerja dengan sangat baik dan penting bagi kami untuk menjalani 15 hari dengan kualitas yang nyata," ujarnya.
Meski mencatat hasil positif, Prancis masih memiliki persoalan yang cukup jelas dalam empat pertandingan tersebut. Les Bleus dominan dalam penguasaan bola dengan rata-rata mencapai 62 persen, tetapi kesulitan menciptakan peluang dan belum cukup tajam di sepertiga akhir lapangan.
Zidane mengakui persoalan tersebut.
"Meski tidak semua hal dari babak pertama harus dibuang, kami kekurangan penetrasi di 30 meter terakhir. Hal itu juga menjadi masalah kami dalam tiga pertandingan lainnya," ujar mantan bintang Real Madrid tersebut.
Absennya kapten Kylian Mbappe dalam tiga pertandingan terakhir turut memengaruhi daya gedor Prancis. Mbappe mengalami cedera setelah mencetak gol kemenangan melawan Turki.
Tanpa Mbappe, Prancis bahkan gagal mencetak gol pada babak pertama dalam delapan pertandingan terakhir mereka.
Namun, skuad Zidane menunjukkan karakter dan kemampuan untuk mengubah jalannya pertandingan. Michael Olise menjadi penentu kemenangan lewat gol telat ketika menghadapi Belgia.
Dalam pertemuan kedua dengan Belgia, Prancis kembali menunjukkan daya juang. Para pemain pengganti Desire Doue, Rayan Cherki, dan Olise mampu mengubah pertandingan pada 15 menit terakhir.
"Saya senang dengan respons seluruh tim dan kami mengakhiri 15 hari ini dengan catatan yang sangat, sangat positif. Menurut saya, hasil itu pantas kami dapatkan berdasarkan semua yang telah kami kerjakan," kata Zidane.
Zidane juga menunjukkan keberaniannya melakukan rotasi sepanjang jeda internasional. Ia mengubah susunan pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Keputusan tersebut membuat enam pemain mendapatkan debut bersama tim senior Prancis, yakni Guillaume Restes, Jeremy Jacquet, Andy Diouf, Lucas Da Cunha, Esteban Lepaul, dan Leny Yoro.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!