Pembekalan Keterampilan Beternak Ayam bagi WBP Rutan Mentok
📅 Selasa, 06 Okt 2026, 23:45 WIB | Oleh: Tim Penulis
Bangka Barat, Babel - Rumah Tahanan Negara (Rutan) kelas IIB Mentok, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung membekali keterampilan beternak ayam bagi warga binaan pemasyarakatan (WBP) sebagai bekal keterampilan kemandirian usai menjalani masa hukuman.
"Ini merupakan salah satu program kita dalam pembinaan kemandirian para warga binaan pemasyarakatan, dengan bekal ini kami yakin jika ditekuni dengan sungguh-sungguh akan menjadi modal saat mereka nanti kembali berada di tengah masyarakat," kata Kepala Rutan Mentok Andri Ferly di Mentok, Selasa.
Ia mengatakan pelatihan keterampilan beternak ayam telah berlangsung beberapa bulan. Saat ini, jumlah ayam di kandang mencapai sekitar 700 ekor.
Sebanyak 700 ekor ayam tersebut terdiri dari 600 ayam petelur dan 100 ayam kampung jenis merawang yang merupakan salah satu jenis ayam unggulan lokal.
"Saat ini setiap hari kita bisa produksi sekitar 300 butir telur dari ayam petelur yang sudah memasuki masa produksi, kita juga masih ada sekitar 200 ayam petelur yang sebentar lagi masuk masa produksi," ujarnya.
Dari produksi telur ayam itu, kata dia, saat ini sudah dikelola mandiri oleh Koperasi Rutan untuk disalurkan kepada pihak ketiga penyedia makanan untuk WBP. Sedangkan, untuk telur ayam kampung sudah ada pelanggan yang mengambil setiap hari.
"Ini juga sebagai salah satu upaya kita mendukung ketahanan pangan yang kita kelola di sarana asimilasi dan edukasi yang berada di kawasan Rutan Mentok," katanya.
Para warga binaan diberikan pemahaman dan keterampilan mulai dari pengetahuan umum budidaya hingga penerapan tata kelola kandang dan pakan ayam, serta manajemen agar usaha yang dijalankan bisa berkelanjutan dengan modal murah.
Ia mengatakan pemeliharaan ayam ternak dilakukan sepenuhnya oleh WBP yang sudah memenuhi persyaratan, yakni warga binaan yang sudah menjalani masa tahanan setengah/lebih atau menuju pembebasan bersyarat, dengan pengawasan ketat dari para petugas keamanan.
Selain itu, di lahan sarana asimilasi dan edukasi yang berada di dalam kawasan Rutan Mentok tersebut, WBP juga mengembangkan beberapa tanaman pangan, seperti sawi, kangkung, bayam dan lainnya.
"Ini juga sebagai salah satu bagian proses asimilasi yang berlaku bagi seluruh warga binaan, semoga ini bisa menjadi bekal setelah selesai menjalani masa tahanan," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!