Menlu Korut Kunjungi Russia
📅 Senin, 20 Jul 2026, 02:30 WIB | Oleh: Tim PenulisMOSKWA - Diplomat tertinggi Korea Utara (Korut) telah terbang ke Moskwa untuk melakukan pembicaraan dengan mitranya dari Russia, Sergey Lavrov, demikian dilaporkan media pemerintah Korut pada hari Minggu (19/7).
“Menteri Luar Negeri Choe Son-hui dan rombongannya berangkat dari Pyongyang menuju Russia dengan menggunakan pesawat pribadi pada 18 Juli,” demikian dilaporkan oleh kantor berita KCNA yang dikelola pemerintah.
Kementerian Luar Negeri Russia sebelumnya telah mengumumkan kunjungan utusan dari negara sekutunya dan pendukung setia perang di Ukraina.
“Menlu Choe Son-hui telah tiba di Moskwa untuk kunjungan resmi. Ia mengunjungi Russia atas undangan Menteri Luar Negeri Russia, Sergey Lavrov,” ungkap Kementerian Luar Negeri Russia. “Kunjungan ke Russia ini merupakan kunjungan pertama Menlu Choe Son-hui sejak Oktober lalu, ketika ia mengunjungi Moskwa dalam kunjungan kerja dan kemudian melakukan perjalanan ke Belarus untuk menghadiri forum keamanan internasional,” imbuh kementerian itu.
Para pengamat meyakini bahwa Menlu Choe Son-hui mungkin melakukan perjalanan ke Moskwa untuk mengkoordinasikan persiapan kunjungan potensial pemimpin Korut, Kim Jong-un, ke Russia.
Sebaiknya Anda baca juga:
Kunjungan Menlu Choe Son-hui juga bertepatan dengan upaya Pyongyang untuk memperkuat hubungan dengan Tiongkok, sekutu tradisional dan mitra ekonomi terpentingnya.
Hubungan antara Korut dan Russia terjalin kian erat setelah kedua negara menandatangani Perjanjian Kemitraan Strategis Komprehensif ketika Presiden Russia, Vladimir Putin, mengunjungi Pyongyang pada tahun 2024 lalu.
Korut diketahui telah mengirimkan misil, amunisi, dan ribuan pasukan untuk membantu Russia di Ukraina, dan para analis mengatakan Moskwa membalasnya dengan mengirimkan bantuan keuangan, teknologi militer, makanan, dan energi ke negara yang terisolasi secara diplomatik tersebut sebagai imbalannya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Pada bulan April lalu, pemimpin Korut, Kim Jong-un, berjanji untuk membantu Russia memenangkan perang "suci" mereka.
Menteri Pertahanan Russia, Andrei Belousov, beserta beberapa pejabat tinggi lainnya mengunjungi Pyongyang pada bulan April lalu untuk melakukan pembicaraan mengenai penguatan hubungan militer.
Menhan Belousov mengatakan Moskwa siap menandatangani rencana kerja sama untuk periode 2027 hingga 2031.
Korea Selatan (Korsel) dan Uni Eropa telah mengutuk kemitraan antara kedua negara tersebut. Kementerian Luar Negeri Korut membalasnya dengan mengatakan bahwa kerja sama dengan Russia adalah pelaksanaan hak kedaulatan sebuah negara. AFP/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!