Mengapa Argentina Jadi Tim yang Paling Dibenci Sekaligus Dikagumi di Piala Dunia?
📅 Minggu, 19 Jul 2026, 07:30 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraFanatisme pendukung Argentina juga dikenal sangat besar. Mereka memenuhi stadion dengan nyanyian, genderang, dan bendera. Akan tetapi, dalam beberapa kesempatan, antusiasme itu dinilai melewati batas.
Awal bulan ini, misalnya, seorang komentator televisi Argentina menuai kecaman setelah menyebut warga Meksiko sebagai pihak yang "patut dibenci" dan menuduh mereka iri kepada Argentina. Pernyataan tersebut bahkan dikecam langsung oleh Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum.
Selain itu, sejumlah insiden bernada rasis maupun perilaku tidak tertib yang melibatkan oknum pendukung Argentina juga sempat menjadi sorotan di media sosial dan menuai keluhan dari suporter negara lain.
Argentina memiliki sederet rival klasik yang ikut membentuk citra mereka sebagai "musuh bersama".
Sebaiknya Anda baca juga:
Persaingan paling terkenal tentu dengan Brasil, dua raksasa sepak bola Amerika Selatan yang telah puluhan tahun saling berebut supremasi.
Hubungan panas juga terjalin dengan Cile, terutama setelah La Roja dua kali mengalahkan Argentina melalui adu penalti pada final Copa America 2015 dan 2016.
Sementara itu, duel melawan Meksiko semakin sengit akibat seringnya kedua negara bertemu di Piala Dunia serta perang komentar yang berkembang di media sosial.
Sebaiknya Anda baca juga:
Di atas lapangan, gaya bermain Argentina juga memicu perdebatan. Teknik tinggi dan kreativitas para pemain sering dipuji, tetapi kecerdikan mereka dalam memanfaatkan celah aturan kerap dianggap bertentangan dengan semangat fair play oleh sebagian lawan.
Di balik berbagai kontroversi, satu hal sulit dibantah: Argentina selalu menjadi magnet perhatian.
Sejarah panjang, deretan pemain legendaris, rivalitas emosional, hingga sosok Lionel Messi membuat setiap pertandingan Albiceleste selalu memancing emosi publik. Mereka memiliki jutaan pendukung fanatik di seluruh dunia, tetapi juga tidak sedikit pihak yang berharap melihat mereka kalah.
Karena itulah, menjelang final Piala Dunia 2026 melawan Spanyol, muncul kembali slogan yang telah lama akrab di kalangan suporter netral: "Anyone but Argentina"—siapa pun boleh juara, asal bukan Argentina.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!