Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Lawan El Nino! PU Bangun JIAT di NTT Biar Petani Tetap Panen 2x Setahun

📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 17:38 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Lawan El Nino! PU Bangun JIAT di NTT Biar Petani Tetap Panen 2x Setahun Doc: istimewa
Ket. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT)

JAKARTA– Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Infrastruktur ini menjadi solusi penyediaan air irigasi bagi lahan pertanian di tengah ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan menyebabkan musim kemarau lebih panjang dan penurunan curah hujan, terutama di wilayah NTT yang sejak lama dikenal memiliki kondisi iklim relatif kering. 

Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengatakan keberadaan JIAT merupakan bagian dari strategi pemerintah menjaga produktivitas pertanian di daerah rawan kekeringan. Dengan memanfaatkan potensi air tanah secara berkelanjutan, petani tetap memiliki sumber air untuk bercocok tanam meski curah hujan menurun akibat El Nino. 

Hal ini sejalan dengan upaya Kementerian PU memperkuat pengelolaan sumber daya air sebagai bagian dari mitigasi kekeringan nasional. Menurut Menteri Dody, pembangunan sumur JIAT harus diikuti dengan percepatan pembangunan jaringan irigasi tersier agar air dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani.

"Air ini harus kita hemat dan kelola dengan baik. Saya minta agar jaringan tersier segera dibangun, sehingga air tidak terbuang dan bisa menjangkau lebih banyak sawah secara efisien," kata Menteri Dody.

Salah satu JIAT yang telah dibangun berada di Kelurahan Batuplat, Kecamatan Alak, Kota Kupang. Infrastruktur tersebut memiliki debit air 8 liter per detik dengan kedalaman sumur 57 meter dan mampu melayani lahan pertanian seluas sekitar 9 hektare. JIAT di Kupang dilengkapi dengan jaringan pipa sepanjang 1.000 meter, 13 box bagi, reservoir berkapasitas 50 meter kubik, serta memanfaatkan energi utama panel surya yang didukung listrik PLN sebagai cadangan. 

Kepala Satuan Kerja NVT Air Tanah dan Air Baku Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Nusa Tenggara II Djoniur Doga mengatakan lokasi pembangunan JIAT ditetapkan berdasarkan usulan pemerintah daerah agar benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Pembangunan sumur dimulai pada September 2025 dan selesai pada Desember 2025 sebagai bagian dari Program Instruksi Presiden yang membangun 18 titik JIAT di NTT.

"Puji Tuhan kami memperoleh debit air sekitar 8 liter per detik dari kedalaman sumur 57 meter. Dukungan masyarakat juga sangat besar, bahkan ada warga yang menghibahkan lahannya untuk pemasangan panel surya dan rumah pompa sehingga pekerjaan dapat berjalan dengan baik," ujar Djoniur.

Selain menyediakan air irigasi, JIAT juga dilengkapi fasilitas air bersih skala kecil bagi petani yang beraktivitas di sekitar lahan. Menurut Djoniur, penyediaan fasilitas tersebut merupakan arahan Direktorat Jenderal Sumber Daya Air agar petani tidak mengalami kesulitan memperoleh air bersih saat berada di area pertanian.

Djoniur menambahkan, tantangan berikutnya adalah meningkatkan efisiensi penggunaan air di tingkat petani. Menurutnya, pendampingan mengenai pola pemberian air sangat penting agar sumber air tanah yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

"Tanaman sebenarnya tidak membutuhkan air berlebihan. Yang terpenting adalah bagaimana air digunakan secara hemat dan tepat sesuai kebutuhan tanaman. Karena itu kami berharap ada pendampingan dari sektor pertanian agar pemanfaatan JIAT semakin optimal," katanya.

Bagi para petani, keberadaan Jaringan Irigasi Air Tanah membawa perubahan nyata terhadap produktivitas pertanian. Salah seorang petani di Kelurahan Batuplat, Meike, mengaku sebelum adanya JIAT, kebutuhan air untuk lahannya hanya mengandalkan sumur gali sedalam sekitar 8 meter. Air diambil secara manual menggunakan ember untuk kemudian disiramkan ke tanaman, sehingga membutuhkan tenaga dan waktu yang besar.

"Dulu kami gali sumur sekitar delapan meter. Airnya diambil pakai ember sedikit demi sedikit untuk menyiram tanaman. Kalau musim kemarau, air sangat terbatas sehingga kami hanya bisa panen satu kali dalam setahun," ujar Meike.

Kini, setelah JIAT beroperasi, pasokan air menjadi jauh lebih mudah dan stabil. Meski memasuki musim kemarau, lahan pertanian tetap dapat diairi sehingga petani dapat meningkatkan intensitas tanam menjadi dua kali dalam setahun.

"Sekarang kami sangat bersyukur karena sudah ada air dari JIAT. Walaupun musim kering, kami tetap bisa menanam dan panen dua kali dalam setahun. Terima kasih kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto, Menteri Pekerjaan Umum, dan BBWS NTT yang sudah membangun fasilitas ini. Kami berharap jaringan irigasi ini terus dimanfaatkan dengan baik sehingga semakin banyak petani yang merasakan manfaatnya," kata Meike. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.