Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Resmi! 60% Gas Blok Masela Wajib untuk Dalam Negeri, 40% Saja Boleh Ekspor

📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 19:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Resmi! 60% Gas Blok Masela Wajib untuk Dalam Negeri, 40% Saja Boleh Ekspor Doc: esdm.go.id
Ket. Pemerintah menetapkan 60 persen produksi gas Blok Masela dialokasikan untuk kebutuhan domestik, termasuk industri pupuk, kelistrikan, dan hilirisasi, sementara porsi ekspor dibatasi maksimal 40 persen

JAKARTA- Gas Lapangan Abadi Blok Masela dipersiapkan untuk menggerakkan kebutuhan energi dan industri di dalam negeri. Pemerintah menetapkan sedikitnya 60 persen produksi gas proyek tersebut dialokasikan untuk kebutuhan domestik, termasuk industri pupuk, kelistrikan, dan hilirisasi, sementara porsi ekspor dibatasi maksimal 40 persen.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahdalia menyampaikan kebijakan tersebut dalam laporannya kepada Presiden sebelum pelaksanaan peletakan batu pertama Proyek LNG Abadi Masela di Pulau Yamdena, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, Kamis (16/7).

"Kita akan alokasikan produksi gas Blok Masela 60 persen minimal untuk memenuhi kebutuhan domestik dan 40 persen maksimal untuk kita melakukan ekspor. Di mana sebagian kita akan memakai untuk hilirisasi daripada PT Pupuk yang berencana akan membangun industri hilirisasi di sini," ujar Bahlil.

Selain untuk mendukung industri pupuk, sebagian gas Blok Masela juga akan dialokasikan kepada PT PLN, PGN, dan sejumlah perusahaan swasta. Pemanfaatan gas tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di daerah.

"Setelah pupuk, kemudian kita akan menyerahkan sebagian kepada PLN, PGN, dan beberapa perusahaan swasta yang sekaligus untuk meningkatkan nilai tambah dalam rangka mendorong penciptaan nilai ekonomi di daerah," lanjutnya.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral bersama SKK Migas memastikan alokasi gas domestik telah masuk dalam rencana pengembangan lapangan atau Plan of Development (PoD) untuk memenuhi peningkatan kebutuhan gas bumi, terutama sektor industri, pupuk, dan pembangkit listrik.

Lapangan Gas Abadi Blok Masela merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional yang berlokasi sekitar 180 kilometer lepas pantai Pulau Yamdena, Laut Arafura, dengan kedalaman laut 400-800 meter. Kontrak Kerja Sama (PSC) Wilayah Kerja Masela berlaku sejak 1998 hingga 2055. Lapangan ini direncanakan menghasilkan 9,5 juta ton LNG per tahun atau million tonnes per annum (MTPA), 150 juta kaki kubik standar gas pipa per hari atau million standard cubic feet per day (MMSCFD), serta 35.000 barel kondensat per hari.

Pengembangan Blok Masela mencakup sistem pengeboran dan produksi bawah laut, fasilitas Floating Production Storage and Offloading (FPSO), pipa gas ekspor sepanjang sekitar 175 kilometer, serta kilang LNG di darat. Proyek ini juga direncanakan menerapkan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS) dalam produksi LNG untuk mendukung pengurangan emisi karbon dan upaya pemerintah menjalankan transisi energi.

Dengan komposisi alokasi yang telah disiapkan, produksi gas Blok Masela diharapkan dapat memenuhi kebutuhan sejumlah sektor di dalam negeri tanpa menutup peluang ekspor. Pelaksanaannya tetap bergantung pada kesiapan proyek, realisasi fasilitas pengolahan, dan penyerapan gas oleh calon pengguna domestik. 

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
  • Pertamina dan Jababeka Berkolaborasi Menuju Kawasan Hijau dan Nol Emisi
    Melihat tren positif pemasangan infrastruktur panel surya yang ...
Daerah
Kualitas Udara Pontianak Ca...
Nasional
Perkuat Peran Posyandu untu...

AS Undang Putin Hadiri KTT G20 di Klub Golf Trump

42 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
AS Undang Putin Hadiri KTT ...
Olahraga
Thailand Berambisi Besar Ju...
Advertisement
Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

Mentan Amran Berang, Sebut Masuknya Beras Ilegal Khianati Kerja Keras 115 Juta Petani Indonesia

24 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.