Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Hadapi Kemarau, Pemerintah Salurkan 11.000 Pompa Air ke Daerah

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Redaksi
Hadapi Kemarau, Pemerintah Salurkan 11.000 Pompa Air ke Daerah Doc: istimewa
Ket. Hadapi kekeringan, pada 2026 pemerintah menargetkan penyaluran 11.000 unit pompa air untuk memperkuat ketahanan produksi pangan di tengah musim kemarau

JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat langkah mitigasi menghadapi musim kemarau guna menjaga produksi pangan nasional tetap aman. Berbagai upaya dilakukan untuk memastikan lahan pertanian tetap memperoleh pasokan air sehingga petani dapat terus berproduksi dan terhindar dari risiko gagal panen akibat kekeringan.

Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman menegaskan pemerintah memilih bergerak lebih awal sebelum dampak kekeringan meluas. Menurutnya, percepatan penyediaan sumber air melalui pompanisasi menjadi salah satu strategi utama untuk menjaga produktivitas pertanian nasional.

"Kita harus bergerak sebelum kekeringan meluas. Jangan sampai petani kehilangan musim tanam," tegas Mentan Amran.

Sebagai bagian dari penguatan mitigasi kekeringan, Kementan terus memperluas program pompanisasi di berbagai daerah. Pada periode 2023–2025, Kementan telah menyalurkan 80.158 unit pompa air kepada petani di seluruh Indonesia. Sementara itu, pada 2026 pemerintah menargetkan penyaluran 11.000 unit pompa air untuk memperkuat ketahanan produksi pangan di tengah musim kemarau.

Daerah Subang

Sebagai tindak lanjut arahan tersebut, Kementan melalui Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian (Ditjen LIP) bersama Dinas Pertanian Kabupaten Subang dan penyuluh pertanian turun langsung ke Desa Manyingsal, Kecamatan Cipunagara, Kabupaten Subang, Rabu (8/7), untuk mengidentifikasi kondisi di lapangan sekaligus menyiapkan langkah penanganan cepat terhadap ancaman kekeringan.

Hasil identifikasi menunjukkan sejumlah desa di Kecamatan Cipunagara membutuhkan dukungan irigasi perpompaan untuk memenuhi kebutuhan air tanaman padi yang saat ini memasuki fase pertumbuhan. Karena itu, Kementan menyiapkan bantuan delapan unit pompa yang akan dibangun secara bertahap guna mengamankan pertanaman di wilayah terdampak.

Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Wilayah I Bandung, Hamid Sangadji, mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk respons cepat pemerintah atas laporan masyarakat mengenai ancaman kekeringan di sentra produksi padi.

"Kami menindaklanjuti informasi mengenai dampak kekeringan ini dengan melakukan respons cepat bersama Dinas Pertanian dan penyuluh wilayah Kabupaten Subang untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan. Terhadap tiga hingga empat desa yang kami kunjungi di dua kecamatan, akan diupayakan bantuan sebanyak delapan unit irigasi perpompaan. Pelaksanaannya dimulai secara bertahap mulai besok dan dilanjutkan pada minggu-minggu berikutnya," ujar Hamid.

Ia menambahkan, Ditjen LIP terus memetakan daerah-daerah yang mengalami maupun berpotensi terdampak kekeringan hingga puncak musim kemarau. Langkah tersebut dilakukan agar intervensi dapat segera diberikan sehingga dampak kekeringan terhadap produksi pangan dapat diminimalkan.

"Kami berkomitmen memitigasi dampak kekeringan tidak hanya di Kabupaten Subang, tetapi juga di seluruh daerah yang teridentifikasi mengalami maupun berpotensi terdampak kekeringan hingga Agustus mendatang," tambahnya.

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Manyingsal, Taryo, mengapresiasi langkah cepat pemerintah dalam merespons kondisi yang dihadapi petani. Menurutnya, sekitar 25 hektare lahan sawah yang dikelola kelompok tani berada di dataran tinggi sehingga sangat bergantung pada ketersediaan air tanah.

"Tahun ini kemaraunya sangat parah, bahkan menjadi yang terberat sejak 2008 dan 2009. Saat ini usia tanaman padi sekitar 45 hingga 55 hari sehingga sangat membutuhkan pasokan air," kata Taryo.

Ia berharap bantuan pompa dan pengeboran sumur dapat segera direalisasikan agar tanaman padi yang sedang memasuki fase kritis dapat terselamatkan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Ekonomi
Menyadap Harapan dari Tetes...
Prancis Vs Maroko: Les Bleus Berada dalam Ancaman

Prancis Vs Maroko: Les Bleus Berada dalam Ancaman

09 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.