977 Burung Hasil Gagalkan Penyelundupan di Bakauheni Dilepasliarkan ke Habitat Alami.
📅 Sabtu, 18 Jul 2026, 18:48 WIB | Oleh: Yebdi TrismarSebanyak 977 burung yang merupakan hasil penindakan petugas gabungan terhadap upaya penyelundupan satwa liar tanpa dokumen resmi di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, dilepasliarkan ke habitat alaminya setelah dipastikan dalam kondisi sehat dan layak kembali ke alam.
Kepala Satuan Pelayanan (Satpel) Pelabuhan Bakauheni Karantina Lampung Ahmad Setianegara di Lampung Selatan, Sabtu, mengatakan pelepasan burung dilakukan di kawasan hutan lindung Register 3, Gunung Rajabasa, Desa Way Kalam, Kecamatan Penengahan, untuk memastikan satwa dapat langsung beradaptasi dan menjaga keseimbangan ekosistem.
“Total ada 977 burung hasil sitaan dari bus kemarin telah resmi dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya. Setelah dilakukan identifikasi layak dan memenuhi standar untuk dilepasliarkan,” kata Ahmad Setianegara.
Ia menjelaskan pelepasliaran dilakukan sebagai bagian dari upaya penyelamatan satwa liar, sekaligus menjaga kelestarian keanekaragaman hayati setelah burung-burung tersebut diamankan dalam operasi pengawasan terpadu di Pelabuhan Bakauheni. Burung-burung tersebut akan dikirim ke Pulau Jawa tanpa dilengkapi dokumen resmi.
“Langkah ini penting tidak hanya untuk mengembalikan fungsi ekologis mereka di alam, tetapi kami juga mengirimkan pesan tegas bahwa segala bentuk perdagangan satwa liar ilegal tidak akan diberi ruang,” ucapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dia menegaskan sinergi antara kepolisian, karantina, serta instansi terkait, akan terus diperkuat untuk memperketat pengawasan terhadap lalu lintas satwa di pintu gerbang Pulau Sumatera, sehingga upaya penyelundupan dapat dicegah sejak dini.
Selain sebagai penegakan hukum, langkah tersebut juga bertujuan memastikan satwa liar tetap lestari di habitat alaminya serta mencegah potensi penyebaran hama dan penyakit hewan melalui lalu lintas satwa yang tidak memenuhi persyaratan karantina.
“Kami mengapresiasi sinergi seluruh pihak yang terlibat dalam penggagalan ini. Letak Lampung sebagai gerbang Sumatra akan terus kami perketat agar jalur penyelundupan seperti ini bisa kita putus bersama,” ujar Ahmad Setianegara.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!