Kemarau Melanda, Pemkab Bekasi Kerahkan Pompa Air untuk Lahan Pertanian
📅 Rabu, 30 Sep 2026, 00:03 WIB | Oleh: Tim Penulis
Doc: Antara
Kabupaten Bekasi - Pemerintah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mengerahkan pompa air milik daerah maupun bantuan dari pemerintah untuk memenuhi kebutuhan air lahan pertanian terdampak keterbatasan pasokan selama musim kemarau.
"Kami juga menggerakkan pompa bantuan pemerintah. Ini untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian yang mengalami keterbatasan pasokan," kata Ketua Tim Produksi Tanaman Pangan Dinas Pertanian Kabupaten Bekasi Dodo Hadi Triwardoyo di Cikarang, Selasa (29/9).
Dia mengatakan pemanfaatan pompa secara lebih optimal menjadi salah satu langkah yang dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bagi tanaman selama kondisi kemarau masih berlangsung.
Pihaknya terus memantau kebutuhan air di lahan pertanian guna menentukan langkah penanganan yang diperlukan terutama di sejumlah wilayah terdampak kekeringan seperti Pebayuran, Cabangbungin, Babelan, Sukawangi, Tambelang, Sukakarya, Karangbahagia, Bojongmangu, Cibarusah dan Serang Baru.
"Penanganan ketersediaan air tidak hanya dilakukan dengan menambah pasokan melalui pompanisasi. Kondisi jaringan saluran irigasi juga perlu diperhatikan agar distribusi air menuju lahan pertanian dapat berjalan," katanya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dinas Pertanian terus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menangani kondisi saluran irigasi yang menjadi bagian dari sistem pengairan lahan pertanian melalui kegiatan normalisasi oleh sejumlah pihak terkait.
"Untuk normalisasi saluran, kami bekerja sama dengan PJT II, BBWS Citarum, BBWS Cilcis, kemudian dengan Direktorat Jenderal Lahan dan Irigasi Pertanian Kementerian Pertanian serta Dinas Sumber Daya Air," katanya.
Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Bekasi Henri Lincoln menyatakan pekerjaan normalisasi yang saat ini dilakukan di sepanjang Bendung Kedung Gede (BKG) Kecamatan Pebayuran terus menunjukkan perkembangan signifikan.
"Pergerakan alat berat kami pada sisi kanan tanggul telah mencapai BKG 18 dari titik sebelumnya BKG 15. Kemudian alat berat dari Perum Jasa Tirta (PJT) II dari sisi kiri tanggul juga sudah bergerak dari BKG 26 ke BKG 18. Penetapan nominal titik berdasarkan ukuran satuan kilometer," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!