Petani Kopi Gayo Tak Perlu Resah Karena Pemerintah Berjanji Menjaga Harga Kopi
📅 Selasa, 14 Jul 2026, 22:17 WIB | Oleh: Aloysius Widiyatmaka
Doc: ist
GAYO – Setiap ada gejolak di akar rumput sering lalu muncul janji pemerintah. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah terus menjaga harga Kopi Gayo di Aceh tetap menguntungkan, sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani sekaligus memperkuat daya saing komoditas tersebut.
Mentan mengatakan dirinya mendapat laporan dari pemerintah setempat bahwa harga Kopi Gayo di tingkat petani kini mencapai sekitar Rp110 ribu per kilogram atau meningkat signifikan dibandingkan sebelumnya yang berada di kisaran Rp50 ribu.
"Nah ini tadi kami dengar harganya justru Rp110 ribu per kilogram, dulu Rp50 ribu per kilogram. Nah ini harga naik, ini harga harus dijaga," kata Mentan dalam kunjungan kerja di kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa.
Menurutnya, kenaikan harga tersebut harus terus dipertahankan, agar manfaat pertumbuhan pasar kopi dapat dirasakan langsung oleh petani sebagai pelaku utama sektor perkebunan.
Amran mengatakan pemerintah akan terus memperkuat produksi sekaligus memperbaiki tata niaga agar nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh petani.
Sebaiknya Anda baca juga:
Ia menjelaskan, pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto juga tengah menyiapkan penguatan sistem ekspor nasional agar Indonesia memiliki posisi tawar yang lebih kuat di pasar global.
Melalui sistem tersebut, Indonesia diharapkan tidak lagi hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi mampu menjadi penentu harga berbagai komoditas unggulan, termasuk kopi.
“Kita ingin Indonesia sebagai produsen memiliki posisi tawar yang lebih kuat. Nilai tambah komoditas harus kembali kepada petani dan negara sehingga kesejahteraan masyarakat semakin meningkat,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Mentan memastikan pemerintah akan melanjutkan dukungan pengembangan Kopi Gayo pada tahun depan.
Mentan mengungkapkan, pemerintah telah mengalokasikan bantuan pengembangan kopi di Aceh seluas sekitar 17 ribu hektare dengan total 17 juta batang bibit kopi. Berdasarkan laporan pemerintah daerah, program tersebut diperkirakan mampu meningkatkan pendapatan pekebun hingga Rp4 triliun.
Menurutnya, sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan petani menjadi kunci agar Aceh semakin kokoh sebagai salah satu sentra kopi terbaik dunia.
“Potensinya sangat besar. Masyarakatnya pekerja keras, pemerintah daerah juga sangat mendukung. Karena itu, tahun depan kita bantu lagi agar Kopi Gayo semakin maju dan petaninya semakin sejahtera,” kata Amran.
Dalam kunjungan tersebut, Mentan Andi Amran Sulaiman disambut Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bersama sejumlah bupati dari berbagai kabupaten di Provinsi Aceh.
Pada kesempatan itu, Mentan berdialog dengan pemerintah daerah mengenai strategi pengembangan Kopi Gayo guna meningkatkan kesejahteraan petani, memperkuat daya saing komoditas, serta mendorong peningkatan ekspor komoditas perkebunan Indonesia.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!