Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mentrans Incar Pasar Jepang untuk Dongkrak Ekspor Mangga Jawa Timur

📅 Senin, 13 Jul 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim Penulis

“Kalau suatu daerah unggul di mangga, maka kita bangun ekosistem mangga. Begitu juga dengan kelapa dan komoditas lainnya. Setiap kawasan harus dikembangkan sesuai potensi yang dimiliki,” ucapnya.

Pendekatan tersebut, lanjut dia, menjadi bagian dari transformasi transmigrasi yang tidak lagi hanya berorientasi pada perpindahan penduduk, tetapi juga pembangunan pusat pertumbuhan ekonomi baru.

Pengembangan kawasan tersebut diharapkan dapat menciptakan lapangan kerja, meningkatkan produktivitas, dan memperbesar nilai tambah komoditas lokal bagi masyarakat.

"Kita ingin kawasan transmigrasi menjadi kawasan ekonomi yang berkembang sesuai potensi daerahnya,” tutur Iftitah.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menyambut kolaborasi tersebut dan menilai penguatan daya saing produk unggulan daerah membutuhkan sinergi pemerintah, dunia usaha, media, serta kreator digital.

“Kalau ingin menciptakan sesuatu yang besar, kita tidak bisa bekerja sendiri. Harus ada kolaborasi. Pemerintah, dunia usaha, media, dan kreator digital harus berjalan bersama agar potensi daerah bisa dikenal lebih luas,” ungkap Emil.

Ia menjelaskan promosi melalui media sosial dan konten digital dapat memperluas pasar sekaligus memperkuat citra produk unggulan Indonesia di tingkat global.

Lebih lanjut, Kementerian Transmigrasi berharap pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan dapat mendorong lebih banyak produk daerah menembus pasar ekspor dan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Pada April 2024, Badan Karantina Indonesia (Barantin) telah menyatakan Jepang memiliki potensi pasar mangga sekitar 7.000 ton per tahun dengan nilai ekonomi diperkirakan mencapai Rp140 miliar.

Saat itu, Indonesia diproyeksikan mampu memasok sekitar 600 ton mangga pada tahap awal apabila seluruh persyaratan teknis ekspor dapat dipenuhi.

Barantin juga menyebut akses ekspor mangga ke Jepang memerlukan pemenuhan sejumlah persyaratan teknis, antara lain registrasi kebun, rumah kemas, serta fasilitas perlakuan karantina untuk memastikan buah bebas dari lalat buah.

Persyaratan tersebut sejalan dengan upaya yang kini didorong Kementerian Transmigrasi untuk membuka akses pasar mangga Jawa Timur ke Jepang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Produksi Tembus 3 Juta Unit, Midea Perkuat Industri Elektronika Nasional
    Langkah ekspansif Midea dalam memperluas fasilitas manufaktur Residential ...
  • Industri Plastik RI Mulai Oleng! Produk China Banjir, Pabrik Mulai Kurangi Jam Kerja
    Artikel ini menyoroti akar masalah secara berimbang, di ...
  • ExxonMobil Dorong Efisiensi Operasional Tambang Melalui Teknologi Pelumasan
    Ulasan ini sangat membuka wawasan mengenai pentingnya pergeseran ...
  • Direksi OpenAI Peringatkan Industri Belum Siap Cegah Kehilangan Kendali Atas Kecerdasan Buatan
    Meskipun narasi tentang agen AI yang lepas kendali ...
  • Jamin Mutu MBG, Kemenperin Kawal Penerapan SNI Wajib Food Tray
    Langkah proaktif Kementerian Perindustrian dalam mewajibkan SNI untuk ...
Advertisement
IndoBuildTech Expo Detail Sidebar
Advertisement
11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Event Jakarta September 2026 Wajib Masuk List, Ada Festival Dessert hingga Konser Musik

11 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.