Mentrans Incar Pasar Jepang untuk Dongkrak Ekspor Mangga Jawa Timur
📅 Senin, 13 Jul 2026, 14:45 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Mencari pasar baru ekspor menjadi strategi penting untuk mengurangi ketergantungan pada negara tujuan utama sekaligus meningkatkan ketahanan perdagangan nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Diversifikasi pasar membuka peluang bagi produk Indonesia menjangkau kawasan dengan permintaan yang terus tumbuh, sehingga dapat memperluas pangsa pasar dan menjaga kinerja ekspor.
Agar strategi ini efektif, diperlukan dukungan diplomasi dagang, pemenuhan standar internasional, peningkatan kualitas produk, serta penguatan daya saing pelaku usaha agar mampu beradaptasi dengan karakteristik dan kebutuhan setiap pasar tujuan.
Menteri Transmigrasi (Mentrans) Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara membidik Jepang sebagai pasar ekspor baru bagi mangga Jawa Timur melalui pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan dan penyelesaian hambatan teknis perdagangan.
Ia mengatakan Jepang menjadi salah satu pasar prioritas karena memiliki permintaan terhadap buah berkualitas tinggi. Namun akses ekspor mangga Indonesia ke negara tersebut masih menghadapi sejumlah persyaratan teknis, terutama berkaitan dengan pengendalian lalat buah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Salah satu tantangan utamanya adalah masalah lalat buah. Kami sedang bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mengatasinya. Memang membutuhkan biaya, tetapi saya yakin kalau hambatan ini bisa diselesaikan, pasar Jepang akan terbuka dan masyarakat Jepang akan menyukai mangga Indonesia," kata Iftitah dalam keterangan resmi diterima di Jakarta, Senin (13/7).
Mentrans menyatakan hal tersebut saat menghadiri Festival Ekosistem Ekonomi Digital di Surabaya, Jawa Timur.
Ia menyebut penyelesaian hambatan akan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi mangga Indonesia sekaligus meningkatkan nilai tambah bagi petani dan pelaku usaha daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
Iftitah menilai mangga alpukat asal Pasuruan maupun mangga arumanis dari Probolinggo, Jawa Timur memiliki daya saing tinggi dan berpeluang menjadi salah satu komoditas hortikultura unggulan Indonesia di pasar internasional.
"Saya pernah mencicipi mangga dari berbagai negara, mulai dari Pakistan, Thailand, India, China, Meksiko sampai Brasil. Tapi menurut saya, tidak ada yang mengalahkan manisnya mangga Jawa Timur," ujarnya.
Mentrans menjelaskan dirinya kerap mengirim mangga asal Jawa Timur kepada Duta Besar Amerika Serikat (AS), China, Australia, serta sejumlah negara sahabat untuk memperkenalkan kualitas komoditas tersebut. Menurut dia, respons yang diterima sejauh ini sangat positif.
"Mereka menyukai mangga dari Jawa Timur," ungkap Iftitah.
Ia menyebut Kementerian Transmigrasi bersama kementerian dan lembaga terkait tengah menyiapkan pengembangan kawasan berbasis komoditas unggulan untuk membangun rantai nilai dari tahap budi daya, pengolahan, hingga pemasaran dan ekspor.
Iftitah menekankan setiap kawasan akan dikembangkan sesuai dengan potensi utama yang dimiliki, baik mangga, durian, kelapa, maupun komoditas lainnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!