Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Ekonom Sebut Cadangan Pangan Harus Diperkuat Hadapi El-Nino

📅 Senin, 13 Jul 2026, 16:38 WIB | Oleh:
Ekonom Sebut Cadangan Pangan Harus Diperkuat Hadapi El-Nino Doc: ANTARA/Angga Budhiyanto
Ket. Petugas mengecek stok beras yang tersimpan di Gudang Perum Bulog Kantor Cabang Serang, Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Jumat (10/7).

JAKARTA -- Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Institute for Development of Economics and Finance (Indef) M Rizal Taufikurahman mengatakan, pemerintah harus memperkuat cadangan pangan secara keseluruhan untuk menghadapi musim kemarau yang dibarengi El-Nino.

"Dari sisi cadangan, pemerintah tidak boleh hanya merasa aman karena stok beras relatif kuat," kata Rizal saat dihubungi di Jakarta, Senin.

Menurut dia, pemerintah perlu memitigasi musim kemarau yang dibarengi dengan El-Nino lebih dini, baik dari sektor produksi, distribusi, maupun cadangan pangan.

Rizal menyatakan bahwa untuk sektor produksi, pemerintah juga perlu memetakan sentra produksi yang paling rentan akan kekeringan dengan mempercepat perbaikan irigasi, menyediakan pompanisasi, pemanfaatan embung, dan penyesuaian kalender tanam.

Ia mengatakan bahwa produksi menjadi hal yang perlu diperhatikan oleh pemerintah, agar cadangan pangan di Indonesia semakin kuat.

"Pendekatannya tidak boleh reaktif setelah produksi turun dan harga melonjak, tetapi berbasis sistem peringatan dini yang terintegrasi antara BMKG, Bapanas, BPS, Bulog, dan pemerintah daerah," ujarnya.

Rizal menambahkan, selain sisi produksi, cadangan pangan pun perlu diperhatikan, jangan sampai merasa aman ketika stok beras melimpah, namun harus dibarengi dengan stok pangan yang lainnya.

Komoditas strategis lain seperti jagung, gula, kedelai, bawang, telur, daging ayam, dan daging sapi kata Rizal, harus memiliki batas minimum stok operasional yang jelas, termasuk sebarannya per wilayah.

"Penyerapan saat panen raya, penguatan gudang dan cold storage, serta distribusi antardaerah harus dipercepat," katanya.

Rizal juga mengatakan, untuk impor hanya digunakan sebagai instrumen terakhir, terukur, dan berbatas waktu agar tidak merusak harga petani.

"Kunci ketahanan pangan bukan sekadar stok nasional yang besar, tetapi kemampuan memastikan pasokan tersedia, terjangkau, dan sampai tepat waktu ke daerah yang mengalami defisit," katanya menambahkan.

Sebelumnya, Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan cadangan pangan selain beras dalam kondisi siap, melalui penguatan stok pangan pokok strategis, guna memenuhi kebutuhan masyarakat menghadapi musim kemarau.

"Kami memang sudah siapkan (ketersediaan pangan) jauh hari sebelumnya menghadapi El Nino. Dulu, pengalaman kita tahun 2023, alhamdulillah kita lolos," kata Amran dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Jumat (11/7).

Dalam laporan Bapanas, stok cadangan pangan Pemerintah dalam bentuk beras di Perum Bulog berada di angka 5,2 juta ton per 8 Juli.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

Kronologi Kecelakaan Maut Honda Mobilio Tabrak Pick Up di Rasuna Said, 1 Orang Tewas

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.