ADB Pangkas Pertumbuhan Ekonomi Negara Asia Pasifik
📅 Senin, 13 Jul 2026, 01:10 WIB | Oleh: Tim Redaksi“ADB melihat kemampuan ekonomi Indonesia dalam menjaga pertumbuhan dari sisi permintaan domestik. Selama konsumsi masyarakat tetap terjaga dan investasi tidak mengalami kontraksi tajam, target pertumbuhan 5,2 persen masih dinilai realistis,”katanya.
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa pasar keuangan memiliki cara pandang yang berbeda. Investor cenderung lebih sensitif terhadap risiko jangka pendek seperti pelebaran defisit fiskal, tekanan terhadap nilai tukar rupiah, meningkatnya ketidakpastian kebijakan, hingga potensi keluarnya arus modal asing.
“Pasar keuangan selalu bergerak lebih cepat dibandingkan ekonomi riil. Investor merespons ekspektasi dan risiko yang akan datang, bukan hanya kondisi ekonomi saat ini,” katanya.
Sebab itu, tantangan terbesar Indonesia ke depan adalah membuktikan bahwa optimisme lembaga internasional dapat diterjemahkan menjadi kepercayaan investor.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!