Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tradisi Ngunder Cai Panggilan untuk Menjaga Sungai Cibanten

📅 Minggu, 05 Okt 2025, 10:25 WIB | Oleh:
Tradisi Ngunder Cai Panggilan untuk Menjaga Sungai Cibanten Doc: ANTARA
Ket. Warga mengikuti proses tradisi Ngunder Cai di mata air Cipeundey, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten, Sabtu (4/10/2025).

SERANG - Tradisi Ngunder Cai di Kecamatan Ciomas, Kabupaten Serang, Banten kini menjadi panggilan kolektif untuk menjaga kelestarian Sungai Cibanten yang menjadi urat nadi peradaban Banten.

Melalui perhelatan Sasaka Banten, tradisi mengambil air ini direvitalisasi sebagai medium untuk menyuarakan pesan ekologis.

Kurator Sasaka Banten, Yopi Hendrawan, di Serang, Sabtu (4/10) menyatakan bahwa prosesi ini sengaja diangkat untuk mengingatkan kembali hubungan esensial antara manusia dengan air dan sungai. Menurutnya, fondasi Banten tidak bisa dilepaskan dari keberadaan Sungai Cibanten.

"Makna utuh nya adalah bagaimana kita menghargai air dan menjaga sungai. Ini adalah cara kita melihat Banten dalam konstruksi sejarah, ekologi, dan kreativitas nya," ujar Yopi.

Tradisi Ngunder Cai, yang awalnya hanya hidup di masyarakat hulu sungai di Ciomas, untuk pertama kalinya diperluas jangkauannya. Prosesi pengambilan air sakral ini dibawa melintasi tujuh titik mata air dari hulu, tengah, hingga ke hilir.

"Ini menjadi upaya menghubungkan antara hulu, tengah, dan hilir. Kami mengadopsi tradisi ini sebagai ritual baru dengan pesan pelestarian yang kuat," jelasnya.

Prosesi ini, lanjut Yopi, bukan hanya seremoni, melainkan sebuah gerakan edukasi. Air yang dikumpulkan sebagian akan dilarung ke laut sebagai doa, dan sebagian lagi diupayakan untuk diuji di laboratorium guna mendorong kolaborasi dengan dinas terkait dalam pemeliharaan kualitas air dan sungai.

Dengan melibatkan berbagai komunitas lintas iman dan seniman, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran, terutama bagi generasi muda, untuk tidak membuang sampah sembarangan dan secara aktif terlibat dalam menjaga lingkungan.

"Semoga ini berefek dan berkelanjutan. Kita harus memberi teladan secara laku dan tidak berhenti mengedukasi," pungkasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Luar Negeri
Sultan Oman dan PM Inggris ...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

Jangan Lupa Catat Tanggalnya! CFD Sudirman-Thamrin Ditiadakan, Jaksel Adakan di Jalan Iskandar Muda

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.