Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Tak Mau Lahan Tergerus, Bone Amankan 87,5 Persen Area untuk Pertanian Berkelanjutan

📅 Minggu, 12 Jul 2026, 17:20 WIB | Oleh: Tim Penulis
Tak Mau Lahan Tergerus, Bone Amankan 87,5 Persen Area untuk Pertanian Berkelanjutan Doc: ANTARA/ Suriani Mappong
Ket. Ilustrasi - Lahan sawah di Kabupaten Bone yang tercatat 105.154,835 hektare atau terluas di Sulawesi Selatan.

MAKASSAR – Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) merupakan instrumen strategis untuk menjaga ketahanan pangan nasional di tengah meningkatnya alih fungsi lahan.

Perlindungan kawasan pertanian produktif tidak hanya menjamin keberlanjutan produksi pangan, tetapi juga memberikan kepastian bagi petani dalam berusaha.

Tantangan ke depan terletak pada konsistensi penegakan tata ruang, pemberian insentif bagi daerah yang mempertahankan LP2B, serta peningkatan produktivitas lahan agar kebutuhan pangan terus terpenuhi tanpa mengorbankan ruang pertanian yang semakin terbatas.

Pemerintah Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan (Sulsel), menetapkan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) dengan capaian sebesar 87,5 persen dari total luas lahan baku sawah 105.154,835 hektare atau melampaui target nasional.

"Penetapan tersebut adalah bentuk komitmen pemerintah daerah telah diputuskan pada Rapat Finalisasi Penetapan LP2B Kabupaten/ Kota se-Sulawesi Selatan di Kantor Gubernur Sulsel," kata Wakil Bupati Bone H Andi Akmal Pasluddin saat dikofirmasi dari Makassar, Minggu (12/7).

Ia mengatakan langkah strategis di sektor pertanian tersebut dipastikan tetap melakukan perlindungan lahan produktif di wilayahnya.

Hal itu dibenarkan Kepala Dinas Bina Marga, Cipta Karya dan Tata Ruang (BMCKTR) Kabupaten Bone H Askar. Dia merinci bahwa pihaknya telah menetapkan 103.515,78 hektare lahan sebagai LP2B atau 87,5 persen dari luas lahan sawah. Angka tersebut melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat.

"Pemkab Bone sudah berkomitmen melindungi dan mempertahankan lahan pertanian pangan berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009," ujar dia.

Sementara itu, Wakil Bupati Bone mengatakan langkah tersebut merupakan kebijakan strategis untuk membentengi lahan pertanian dari ancaman alih fungsi yang tidak terkendali.

Pasalnya, di Kabupaten Bone alih fungsi lahan sawah mencapai total 17.321,959 hektare dari total 105.154,835 hektar lahan sawah yang ada. Angka ini mencatatkan laju alih fungsi sekitar 2.421,795 hektare per tahun yang merupakan salah satu laju tertinggi di Sulsel.

Untuk mengendalikan penyusutan tersebut, Pemkab Bone telah menetapkan 103.515,78 hektare sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) atau setara dengan 87,5 persen dari luas lahan baku sawah.

"Hal ini menjadi fondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan daerah dan memberikan kepastian ekonomi bagi para petani di Kabupaten Bone," ujar Andi Akmal.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...

Hari Santri Nasional

1 jam lalu | Ones

Nasional
Hari Santri Nasional

Akses permodalan UMKM melalui KUR

1 jam lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Akses permodalan UMKM melal...
Nasional
KPK Berharap Nusron Wahid K...

Capaian realisasi investasi nasional

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Ekonomi
Capaian realisasi investasi...

Dua tahun pemerintahan Prabowo

1.5 jam yang lalu | Fajar Alim M

Nasional
Dua tahun pemerintahan Prabowo
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.