Dirut KCI: Kucuran Dana Lima Triliun Percepat Modernisasi Kereta Commuter Indonesia
📅 Senin, 12 Jan 2026, 15:10 WIB | Oleh: Ilham Sudrajat
Doc: KAI Commuter
JAKARTA - Direktur Utama PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Mochamad Purnomosidi, merespons positif rencana subsidi pemerintah. Purnomosidi mengungkapkan komitmen kuat Presiden Prabowo dalam memberikan kucuran dana sebesar lima triliun rupiah kepada operator.
"Pemerintah Pak Presiden sangat-sangat concern ya, Pak Presiden akan mengucurkan 5 triliun di awal memang Presiden minta dikerjakan dalam satu tahun untuk mencakup semua pelayanan di Jabodebek," kata Purnomosidi, Rabu (7/1).
Sejauh ini, Purnomosidi menjelaskan pihak pengelola sedang melakukan evaluasi dokumen. Tujuannya untuk memastikan aspek transparansi dan kepatuhan terhadap aturan tata kelola negara.
"Katakanlah sekarang kita sedang mengevaluasi apa-apa saja dokumen yang harus kita persiapkan," ujar Purnomosidi.
"Inikan uang negara yang harus kita selesaikan supaya nanti apa setahun itu mungkin tidak kita lakukan ya. Kita akan sampaikan kepada presiden bahwa tidak mungkin dalam satu tahun. Tapi, sekarang kita sudah siapkan dokumen-dokumennya agar benar-benar terjaga governansinya," imbuh dia.
Sebaiknya Anda baca juga:
KCI akan mulai mendatangkan rangkaian kereta baru dari Tiongkok dan PT Industri Kereta Api (INKA) mulai 2025. Langkah regenerasi armada ini diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan seluruh masyarakat pengguna moda transportasi darat di wilayah Jabodetabek.
"Jadi kita punya CRRC, kita punya 16 kereta produk INKA dan 11 kereta produk dari Cina. Harapannya ini bisa menambah kenyamanan menambah experience journey dari masyarakat pengguna transportasi di Jabodetabek ini ya. Target kita bisa sampai 1,2 juta penumpang per hari," ucap dia.
KAI Commuter juga menyediakan layanan Kereta Pedagang dan Petani yang sudah beroperasi pada jalur wilayah Merak menuju Rangkasungbitung. Inovasi angkutan khusus ini merupakan respons konkret manajemen KCI dalam memenuhi kebutuhan primer rakyat kecil di daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Kita sudah soft launching per 1 Desember 2025. Kita sedang menunggu hard launching-nya dan sekarang sudah beroperasi. Satu hari itu ada 14 kereta yang merangkai, dan ternyata sekarang total mungkin sudah 9.000 orang yang menggunakan," kata dia.
Pemberian dana besar ini merujuk pada kegiatan sebelumnya saat Presiden Prabowo Subianto mengunjungi Stasiun Manggarai tahun lalu. Pada Selasa (4/11), Prabowo menyetujui anggaran lima triliun rupiah untuk penambahan 30 rangkaian kereta baru.
"Saya setujui. Tidak Rp 4,9 triliun, tapi Rp 5 triliun saya setujui. Kalau untuk rakyat banyak, saya tidak ragu-ragu. Uangnya kita hemat demi kepentingan rakyat di atas segala kepentingan," ujar Presiden Prabowo.
Presiden menegaskan efisiensi uang negara harus diprioritaskan untuk memberikan fasilitas publik terbaik bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepala negara memberikan waktu satu tahun kepada pihak operator untuk menyelesaikan pengadaan seluruh sarana angkutan kereta tersebut. ils/I-1
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!