Sewa Rumah di Australia Makin Mahal, Keterjangkauan Sentuh Titik Terendah
📅 Jumat, 10 Jul 2026, 15:12 WIB | Oleh: Deri HenriawanSYDNEY - Median untuk harga sewa mingguan rumah di Australia naik ke rekor tertinggi pada kuartal kedua (Q2) 2026, menurut sebuah laporan yang dirilis pada Kamis (9/7).
Laporan sewa terbaru dari platform pasar properti Domain menunjukkan bahwa median harga sewa mingguan untuk rumah di seluruh ibu kota negara bagian dan teritori di Australia naik 2,9 persen pada kuartal yang berakhir Juni dan 7,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi 700 dolar Australia atau Rp8.792.700.
Laporan tersebut mencatat bahwa angka itu merupakan tingkat pertumbuhan tahunan tertinggi dalam hampir dua tahun.
Di Sydney, pasar properti termahal di Australia, median sewa mingguan rumah yang diminta naik menjadi 850 dolar Australia, dari 800 dolar Australia pada kuartal pertama (Q1) 2026.
Domain mengatakan bahwa peningkatan 6,3 persen pada harga sewa rumah di Sydney merupakan pertumbuhan kuartalan terkuat dalam empat tahun.
"Naiknya harga sewa rumah di Sydney sebesar 50 dolar Australia per pekan hanya dalam waktu tiga bulan merupakan hal yang luar biasa," ujar Kepala Riset dan Ekonomi Domain, Nicola Powell, dalam sebuah rilis media.
"Pertumbuhan kuartalan di Sydney ini sekitar lima kali lebih cepat dibandingkan setahun lalu," ujarnya.
Pemerintah federal Australia pada Mei mengumumkan akan mengurangi keringanan pajak bagi investor properti mulai Juli 2027.
Zac Snelling, kepala manajemen properti di grup real estat besar Australia, Ray White, mengatakan bahwa beberapa pemilik rumah telah menaikkan harga sewa untuk mengimbangi reformasi pajak tersebut.
Laporan Domain itu menyebutkan bahwa harga sewa median yang diminta untuk rumah di daerah regional naik 1,7 persen pada kuartal yang berakhir Juni menjadi 610 dolar Australia.
Sementara itu, harga sewa median yang diminta untuk unit hunian di ibu kota negara bagian dan teritori meningkat 0,7 persen secara kuartalan menjadi 680 dolar Australia. Ant
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!