De la Fuente Sebut Laga Lawan Belgia Ujian Terberat Spanyol di Piala Dunia 2026
📅 Jumat, 10 Jul 2026, 09:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraLOS ANGELES – Pelatih Timnas Spanyol Luis de la Fuente menilai Belgia akan menjadi lawan paling berat yang dihadapi tim asuhannya sepanjang perjalanan di Piala Dunia 2026. Meski La Roja melaju ke perempat final tanpa sekali pun kebobolan, sang pelatih menegaskan anak asuhnya tidak boleh lengah menghadapi tim yang sarat pengalaman.
Spanyol akan menghadapi Belgia pada laga perempat final di Los Angeles Stadium, Sabtu (12/7) dini hari WIB. Pemenang pertandingan ini akan bertemu Prancis di semifinal setelah Les Bleus lebih dulu menyingkirkan Maroko dengan kemenangan 2-0 melalui gol Kylian Mbappe dan Ousmane Dembele.
Meski Spanyol datang dengan status salah satu favorit juara, De la Fuente memastikan fokus timnya sepenuhnya tertuju kepada Belgia.
"Pertandingan besok akan menjadi yang paling sulit yang kami hadapi sejauh ini," kata De la Fuente dalam konferensi pers di Los Angeles.
Ia menilai Belgia memiliki banyak pemain berpengalaman yang terbiasa bersaing dan meraih gelar bersama klub-klub elite Eropa.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Belgia adalah tim yang sangat kuat. Mereka memiliki pemain-pemain yang terbiasa memenangkan pertandingan. Ini akan menjadi laga yang sangat menantang," ujarnya.
De la Fuente mengaku sempat menyaksikan kemenangan Prancis atas Maroko. Menurutnya, Les Bleus memang pantas melaju ke semifinal karena tampil lebih baik.
Namun, ia menegaskan pembicaraan mengenai kemungkinan duel Spanyol melawan Prancis masih terlalu dini. "Percayalah, saat ini kami hanya memikirkan Belgia," tegasnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Spanyol menjadi satu-satunya tim yang berhasil mencapai perempat final tanpa kebobolan satu gol pun. Organisasi pertahanan yang solid dipadukan dengan penguasaan bola yang dominan membuat La Roja tampil konsisten sepanjang turnamen.
Di lini depan, De la Fuente kembali menaruh harapan besar kepada wonderkid Lamine Yamal serta penyerang Mikel Oyarzabal.
Oyarzabal tampil tajam dengan koleksi empat gol, sedangkan Yamal baru mencetak satu gol. Meski demikian, pelatih berusia 64 tahun itu yakin pemain Barcelona tersebut akan menunjukkan kualitas terbaiknya pada fase gugur.
Menurutnya, kontribusi Yamal tidak hanya terlihat dari sisi menyerang, tetapi juga dalam membantu pertahanan, seperti yang ditunjukkan saat Spanyol mengalahkan Portugal pada babak 16 besar.
"Dia akan memberikan kontribusi besar dalam aspek menyerang," kata De la Fuente mengenai pemain berusia 18 tahun tersebut.
De la Fuente menegaskan keberhasilan Spanyol sejauh ini bukan hasil kehebatan satu atau dua pemain, melainkan buah dari kerja sama seluruh anggota tim.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!