Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

IHSG Pagi Ini Menguat 0,40 Persen, Dipicu Kombinasi Sentimen Global dan Domestik

24 Jumat, 10 Jul 2026, 10:51 WIB | Oleh: Tim Penulis
IHSG Pagi Ini Menguat 0,40 Persen, Dipicu Kombinasi Sentimen Global dan Domestik IHSG Pagi Ini Menguat 0,40 Persen, Dipicu Kombinasi Sentimen Global dan Domestik Doc: ANTARA

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7) pagi bergerak menguat dipicu oleh kombinasi sentimen positif dari tingkat global dan domestik.

IHSG dibuka menguat 23,59 poin atau 0,40 persen ke posisi 5.936,04. Sementara itu, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 naik 4,13 poin atau 0,10 persen ke posisi 590,04.

"Selama IHSG bertahan di atas area 5.900, peluang penguatan lanjutan masih terbuka menuju 5.987, kemudian 6.045-6.107. Sebaliknya, apabila kembali turun di bawah 5.900, indeks berisiko menguji support di 5.839-5.805, sebelum menuju gap area di sekitar 5.744," ujar Head of Research Kiwoom Sekuritas Liza Camelia Suryanata dalam kajiannya di Jakarta, Jumat.

Dari mancanegara, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah masih menjadi perhatian pasar, setelah Amerika Serikat (AS) melancarkan serangan baru ke sekitar 170 target di Iran, sebagai balasan atas serangan terhadap kapal tanker minyak.

Namun demikian, harga minyak justru turun hampir 3 persen, setelah Presiden AS Donald Trump mengungkapkan bahwa Iran telah menghubungi AS, dan menyatakan keinginan untuk mencapai kesepakatan, sehingga meredakan kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi.

Di sisi lain, sentimen pasar tetap positif dipicu oleh kembali menguatnya optimisme terhadap isu kecerdasan buatan (AI), setelah saham-saham semikonduktor rebound dari aksi ambil untung.

Selain itu, optimisme diperkuat oleh rencana Meta untuk memproduksi chip AI sendiri, tingginya permintaan IPO SK Hynix di Amerika Serikat (AS), serta ekspansi investasi Micron yang mencerminkan prospek belanja AI masih kuat.

"Secara keseluruhan, kombinasi pasar tenaga kerja yang masih resilien dan pelemahan sektor perumahan memperkuat ekspektasi bahwa The Fed masih akan mempertahankan pendekatan wait-and-see, sehingga tetap menjadi sentimen positif bagi pasar ekuitas," ujar Liza.

Sementara itu, belum terdapat kebijakan moneter baru dari bank sentral AS The Fed, yang mana fokus pasar masih tertuju pada dampak konflik Timur Tengah terhadap inflasi dan arah kebijakan suku bunga.

Dari dalam negeri, BEI melaporkan jumlah emiten yang masuk dalam daftar High Shareholding Concentration (HSC) berkurang menjadi 14 perusahaan.

BEI menegaskan bahwa status HSC bukan merupakan sanksi, melainkan bagian dari upaya meningkatkan transparansi pasar, free float, dan likuiditas saham melalui evaluasi berkala bersama KSEI.

"Berkurangnya jumlah emiten dalam daftar HSC mencerminkan perbaikan struktur kepemilikan saham dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas serta efisiensi pasar modal Indonesia," ujar Liza.

Di sisi makroekonomi, IMF mempertahankan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,0 persen pada 2026 dan 5,1 persen pada 2027, di tengah tren perlambatan ekonomi global dan kawasan.

Proyeksi itu mencerminkan keyakinan IMF terhadap ketahanan fundamental ekonomi Indonesia, terutama ditopang konsumsi domestik dan investasi.

Pada perdagangan Jumat, bursa Eropa bergerak variatif, di antaranya Euro Stoxx 50 menguat 1,25 persen, indeks FTSE 100 Inggris melemah 0,16 persen, indeks DAX Jerman menguat 0,89 persen, serta indeks CAC 40 Prancis menguat 0,90 persen.

Bursa AS Wall Street juga menguat pada Jumat, di antaranya indeks S&P 500 menguat 2,18 persen ke 7.543,55, indeks Nasdaq Composite melonjak 1,3 persen ke 26.206,89, dan indeks Dow Jones Industrial Average menguat 0,3 persen ke 52.487,44.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Industri Akomodasi Melaju Kencang, Efek Berganda Pariwisata Dinanti
    Membaca data penyerapan tenaga kerja hingga hampir 26 ...
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
Advertisement
Citilink Flight Sale 231026 Homepage Mobile Atas
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

Membanggakan! Dua Perempuan Indonesia Jadi Juara Dunia Kewirausahaan Sosial, Apa Rahasia Mereka?

24 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.