Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Hadapi El Nino, Kabupaten Kutai Timur Petakan Sumber Air Pertanian 

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 10:05 WIB | Oleh: Tim Penulis
Hadapi El Nino, Kabupaten Kutai Timur Petakan Sumber Air Pertanian  Doc: ANTARA
Ket. Ilustrasi - Areal sawah kekeringan.

SANGATTA – Kabupaten Kutai Timur (Kutim), Kalimantan Timur memetakan sumber air pertanian baik dari embung, bendung, sumur, hingga sungai agar petani tetap memproduksi pangan dalam menghadapi El Nino di musim kemarau tahun ini yang diperkirakan lebih panas.

"Sebagai antisipasi, Forum Komunikasi Pemimpin Daerah (Forkopimda) sudah membahas langkah strategis dan pemetaan sumber air, terutama menyiapkan kebutuhan air di kawasan hortikultura dan padi sawah," kata Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman di Sangatta, Kaltim, Jumat(10/7).

Pemetaan sumber air baik yang berasal dari sungai, embung, maupun sumur bor, katanya, harus dilakukan secara detail hingga ke tingkat desa, guna memastikan setiap wilayah memiliki strategi penanganan yang tepat sesuai dengan kondisi riil di lapangan.

Data sementara menunjukkan bahwa jumlah embung di Kutim ada 38 yang telah dibuat dan beroperasi di berbagai kecamatan sebagai sumber air untuk pertanian, seperti di kawasan irigasi Kecamatan Kaliorang, Kaubun, Kongbeng, dan Long Mesangat, serta desa-desa yang memiliki pertanian tadah hujan.

Untuk sumur baru terdata satu unit strategis dari dukungan Badan Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan IV Samarinda. Pertanian di Kutim juga didukung bendungan besar di kawasan Kaubun, Kongbeng, dan Long Mesangat serta irigasi teknis di Kaliorang yang mampu mengairi sekitar 1.300 hektare sawah.

Saat ini tercatat lebih dari 50 aliran sungai dengan 14 sungai utama yang menjadi tulang punggung sumber air irigasi pertanian, konsumsi, dan kehidupan masyarakat, seperti Sungai Kedang Kepala sepanjang 319 km mulai Kabupaten Kukar hingga Kutim.

Ada pula Sungai Sangatta, Sungai Wahau, Sungai Kelinjau, Bengalon, Kaubun, Penyarai, Antan, Massabang, Senambah, Bendili (anak sungai), Telen, Ngayau, dan Sungai Makanying yang dimanfaatkan untuk pertanian, perkebunan, dan kebutuhan lain bagi warga.

Sementara itu, setelah memimpin rapat bersama unsur Forkopimda di Aula Polres Kutim di Sangatta, Rabu (8/7/2026), Ardiansyah menyatakan pentingnya akurasi data lapangan agar kebijakan yang diambil lebih tepat dalam mewujudkan ketahanan pangan.

Ini penting karena sistem irigasi desa dan pompanisasi di Kutim sebagian mengambil air langsung dari sungai-sungai, sebagian lagi didukung bendungan dan embung yang menampung aliran sungai seperti di Kaubun, Kongbeng, Long Mesangat, dan Kaliorang untuk stabilisasi pasokan musim kemarau.

"Sementara pertanian di kawasan karst Sekerat dan Kaliorang, aliran sungai bawah tanah dan mata air pegunungan juga menjadi sumber pelengkap, sehingga kawasan tersebut harus terus dijaga," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
  • Mohon Dukungan Doa! Paus Leo XIV Akan Jalani Operasi Paru-paru di Roma
    Turut mendoakan, semoga operasinya berjalan baik dan lancar ...
  • Peringkat FIFA Melesat, Timnas Indonesia Dipastikan Lolos Langsung ke Putaran Kedua Kualifikasi Piala Dunia 2030
    Masa depan timnas kita sepertinya makin cerah, sangat ...
  • Kolaborasi Industri dan Akademisi Diperkuat, Seequent Dorong Kapasitas Geosains Indonesia
    How can collaboration between industry and academic institutions ...
  • Mengapa Tak Banyak Mahasiswa Asing yang Mau Kuliah di Indonesia?
    What factors might discourage international students from pursuing ...
Advertisement
jjroyal-luwak

Berikut Harga BBM di SPBU Per 19 Oktober 2026

40 menit yang lalu | Bambang Wijanarko

Nasional
Berikut Harga BBM di SPBU P...
Megapolitan
Tabrakan Truk di Cawang Aki...
Luar Negeri
Kerusuhan Pecah di Milan, T...
Advertisement
2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

2,4 Ton Dry Ice Dijatuhkan dalam Uji Coba Penanggulangan Kabut Asap di Sumatera Selatan

19 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.