Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Trump Klaim Investasi Manufaktur AS Capai US$19,2 Triliun, AI Disebut Bakal Menguras Listrik Amerika

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 14:45 WIB | Oleh:
Trump Klaim Investasi Manufaktur AS Capai US$19,2 Triliun, AI Disebut Bakal Menguras Listrik Amerika Doc: Istimewa
Ket. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

JAKARTA - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengklaim memperoleh komitmen investasi yang sangat besar di sektor manufaktur. Dalam pernyataan yang dibagikan, Trump menyebut nilai investasi yang dijanjikan mencapai US$19,2 triliun sekitar Rp346,9 kuadriliun, angka yang menurutnya mencerminkan besarnya kepercayaan dunia terhadap industri Amerika Serikat.

Saat menyampaikan pidato, Trump menegaskan angka tersebut bukan sekadar miliaran atau jutaan dolar.

"Not billion, not million. Trillion with a T," ujar Trump, menekankan bahwa nilai investasi yang dimaksud mencapai level triliunan dolar AS.

Menurut Trump, derasnya arus investasi ini menjadi bukti bahwa Amerika Serikat masih menjadi tujuan utama perusahaan global untuk membangun fasilitas produksi, memperluas pabrik, serta mengembangkan industri berteknologi tinggi.

AI Diprediksi Menjadi Konsumen Energi Terbesar

Selain membahas investasi manufaktur, Trump juga menyoroti perkembangan pesat kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) yang dinilai akan mengubah kebutuhan energi di masa depan.

Ia menyebut perkembangan AI akan menciptakan lonjakan konsumsi listrik dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Menurut Trump, kebutuhan energi untuk mendukung operasional pusat data, komputasi berperforma tinggi, dan infrastruktur AI bahkan akan melampaui total kapasitas listrik yang saat ini diproduksi Amerika Serikat.

Pernyataan tersebut menggambarkan besarnya tantangan yang akan dihadapi sektor energi seiring semakin luasnya pemanfaatan AI di berbagai bidang, mulai dari industri manufaktur, layanan kesehatan, keuangan, pendidikan, hingga pertahanan.

Infrastruktur Energi Dinilai Harus Dipercepat

Lonjakan kebutuhan listrik akibat AI membuat pembangunan infrastruktur energi diperkirakan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah AS dalam beberapa tahun mendatang.

Pusat data AI membutuhkan pasokan listrik yang stabil selama 24 jam, sehingga mendorong peningkatan investasi pada pembangkit listrik, jaringan transmisi, hingga pengembangan energi nuklir dan energi terbarukan.

Sejumlah perusahaan teknologi besar seperti Microsoft, Google, Amazon, hingga OpenAI juga terus memperluas kapasitas pusat data mereka untuk memenuhi permintaan layanan AI yang terus meningkat.

AI dan Manufaktur Jadi Fokus Pertumbuhan Ekonomi

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81

Bek Anyar PSS Sleman Langsung “Tune In”

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bek Anyar PSS Sleman Langsu...
Luar Negeri
Presiden Trump Ungkap Korut...

Ganda Putri Jepang Mundur, Rachel/Febi Melaju

1 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Ganda Putri Jepang Mundur, ...
Olahraga
Persija Kalah, Shin Tae-yon...

Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand

1.5 jam yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Final Ideal Piala AFF, Viet...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.