Transformasi Maroko di Bawah Mohamed Ouahbi, Dari Pemburu Menjadi Tim yang Ditakuti
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 08:00 WIB | Oleh: Benny Mudesta PutraKeunggulan teknis mereka akhirnya berbuah kemenangan melalui adu penalti. Bek kanan Noussair Mazraoui mengakui kemenangan tersebut menjadi suntikan kepercayaan diri yang luar biasa.
"Belanda adalah salah satu tim terbaik yang bisa Anda hadapi. Karena itu kemenangan ini menjadi kebanggaan besar bagi kami," ujarnya.
Transformasi Maroko juga didukung hadirnya sejumlah wajah baru yang langsung memberi dampak besar.
Nama yang paling mencuri perhatian adalah gelandang berusia 18 tahun, Ayyoub Bouaddi. Pemain Lille itu menjalani debut senior saat menghadapi Brasil dan langsung menunjukkan kualitas luar biasa.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bouaddi tampil tenang saat menguasai bola, mampu menghubungkan lini tengah dan depan dengan baik, serta memiliki kecerdasan membaca permainan yang membuatnya disebut sebagai salah satu bintang muda terbaik Piala Dunia 2026.
Selain Bouaddi, Maroko juga diperkuat pemain-pemain yang belum menjadi bagian dari skuad Piala Dunia 2022 seperti Brahim Diaz, Ismael Saibari, Nayef Aguerd, dan Chadi Riad.
Kehadiran mereka membuat Atlas Lions memiliki lebih banyak variasi permainan ketika menghadapi tim-tim besar.
Sebaiknya Anda baca juga:
Meski mengusung gaya bermain baru, Ouahbi tidak menghapus identitas lama Maroko. Atlas Lions tetap memiliki disiplin bertahan dan mentalitas pantang menyerah yang menjadi ciri khas saat mencapai semifinal Piala Dunia 2022.
Contohnya terlihat saat menghadapi Kanada. Setelah unggul melalui gol Azzedine Ounahi, Maroko sengaja bermain lebih dalam untuk memancing lawan menyerang sebelum menghukum mereka melalui serangan balik cepat yang menghasilkan dua gol tambahan.
Pengalaman pemain senior seperti Yassine Bounou, Achraf Hakimi, dan Azzedine Ounahi juga menjadi fondasi penting dalam menjaga karakter tim.
"Kalian bisa melihat sendiri bagaimana kami bermain dengan semangat yang sama seperti pada 2022. Mentalitas tim ini tidak berubah," kata Bounou usai menyingkirkan Belanda.
Perpaduan antara filosofi baru Ouahbi dan mental juang warisan Regragui menjadikan Maroko tampil lebih komplet dibanding empat tahun lalu.
Kini, tantangan terbesar telah menanti. Atlas Lions akan menghadapi Prancis, juara dunia 2018 sekaligus finalis Piala Dunia 2022, pada laga perempat final di Boston, 9 Juli.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!