Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

PT KAI Berhasil Angkut 324.579 Ton Hasil Perkebunan

📅 Kamis, 09 Jul 2026, 14:45 WIB | Oleh:
PT KAI Berhasil Angkut 324.579 Ton Hasil Perkebunan Doc: KAI

JAKARTA - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengangkut sebanyak 324.579 ton hasil perkebunan selama Semester I 2026. Angka tersebut tumbuh sebesar 17,83 persen atau naik sebanyak 49.104 ton dibandingkan Semester I 2025.

Sebagian besar muatan didominasi oleh crude palm oil (CPO) dan juga berbagai produk turunan kelapa sawit. Komoditas ini memiliki peran penting untuk mendukung rantai pasok industri global serta program energi nasional.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menjelaskan perkembangan logistik komoditas perkebunan di Indonesia. Informasi resmi mengenai peningkatan volume angkutan ini dirilis di Jakarta pada hari Rabu (8/7).

“Komoditas perkebunan, terutama sawit, memiliki peran penting bagi aktivitas ekonomi di berbagai daerah. Distribusi yang lancar membantu menjaga pasokan bahan baku industri, mendukung ekspor, dan memperkuat daya saing komoditas Indonesia,” ujar Anne.

Ia kemudian menerangkan relevansi penting dari distribusi komoditas perkebunan dengan penguatan hilirisasi industri nasional. Jalur logistik berbasis rel di wilayah Sumatra berperan penting menghubungkan kawasan perkebunan dengan pelabuhan.

“Agenda energi nasional membutuhkan dukungan logistik yang kuat. Ketika kebutuhan bahan baku nabati meningkat, termasuk dalam kesiapan B50, distribusi CPO dan produk turunannya perlu ditopang sistem logistik yang efisien, konsisten, dan terhubung,” kata Anne.

Pergerakan komoditas perkebunan tersebut juga turut menyokong kesinambungan pasokan bahan baku industri secara nasional. Kereta api memiliki keunggulan keberlanjutan lingkungan karena mampu mengangkut kargo bervolume besar secara sekaligus.

Model angkutan massal ini membantu mengurangi beban jalan raya akibat kendaraan berat yang melintas. Layanan ini mendukung efisiensi konsumsi bahan bakar minyak untuk pengiriman barang bervolume sangat tinggi.

Executive Vice President Corporate Secretary KAI, Wisnu Pramudya, memberikan penjelasan tentang penguatan layanan logistik. Sistem konektivitas kereta api yang kuat diharapkan mampu memperkokoh posisi Indonesia di pasar dunia.

“KAI akan terus memperkuat layanan logistik untuk mendukung sektor-sektor produktif nasional. Melalui kereta api, distribusi komoditas perkebunan dapat berlangsung lebih efisien, mendukung ekonomi daerah, serta memperkuat rantai pasok komoditas strategis Indonesia, termasuk yang berkaitan dengan kebutuhan energi nabati nasional,” kata Wisnu. ils/I-1

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin Targetkan Peningkatan Utilisasi Industri Kopi pada 2029
    Ulasan artikel ini menyajikan peta jalan yang sangat ...
  • Ekonomi Tiongkok Makin Ngebut! Ekspor-Impor Melonjak pada Agustus, Didukung Ledakan Industri AI
    Melihat lonjakan ekspor Tiongkok di sektor AI dan ...
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
Advertisement
Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

Bantuan Presiden, 220 Tukang Becak Sumedang Mulai Dilatih Gunakan Becak Listrik

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.