Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Mengapa Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri? Guru Besar UNAND Beberkan Penyebabnya

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 17:25 WIB | Oleh: Tim Penulis
Mengapa Banyak WNI Berobat ke Luar Negeri? Guru Besar UNAND Beberkan Penyebabnya Doc: Antara
Ket. Guru Besar Administrasi Layanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas Prof Rima Semiarty.

Padang - Pakar sekaligus Guru Besar Administrasi Layanan Kesehatan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (UNAND), Sumatera Barat Prof Rima Semiarty mengungkap penyebab banyaknya warga negara Indonesia (WNI) yang memilih berobat ke luar negeri.

"Dari perspektif administrasi layanan kesehatan menunjukkan bahwa keputusan pasien berobat ke luar negeri banyak dipengaruhi oleh pengalaman pelayanan yang mereka rasakan," kata dia di Padang, Minggu (5/7).

Pengalaman pasien tersebut meliputi kualitas komunikasi, kepastian layanan, kemudahan akses, transparansi informasi serta kenyamanan selama menjalani proses pelayanan kesehatan.

Menurut dia, fenomena meningkatnya masyarakat Indonesia yang memilih berobat ke luar negeri menjadi salah satu tantangan penting dalam pembangunan kesehatan nasional. Setiap tahun, jutaan WNI mencari layanan kesehatan di Malaysia, Singapura, dan negara lainnya.

Kondisi tersebut berdampak pada hilangnya devisa dalam jumlah besar. Namun, persoalan ini tidak hanya disebabkan oleh faktor teknologi atau kompetensi tenaga kesehatan. Di balik keputusan tersebut terdapat persoalan yang lebih mendasar yaitu kepercayaan masyarakat terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Dari penelitian yang dilakukannya, setidaknya terdapat lima persoalan utama yang perlu menjadi perhatian dan mesti dimaksimalkan, yakni komunikasi yang belum optimal antara tenaga kesehatan dan pasien. Kemudian, ketimpangan akses terhadap layanan spesialis dan subspesialis, rendahnya transparansi informasi layanan, budaya pelayanan yang belum sepenuhnya berorientasi pada pasien, serta belum terintegrasinya ekosistem pelayanan kesehatan.

"Berbagai faktor tersebut pada akhirnya memengaruhi tingkat kepuasan dan kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit di dalam negeri," ujar dia.

Menurut Prof Rima, untuk mengatasi persoalan tersebut pemangku kepentingan khususnya rumah sakit harus melakukan transformasi layanan kesehatan yang fokus pada pembangunan kepercayaan masyarakat di tanah air.

Setidaknya terdapat tiga arah utama transformasi yang bisa menjawab permasalahan tersebut, yaitu penguatan pelayanan yang lebih humanis dan berpusat pada pasien, pengembangan sistem layanan yang cepat, pasti, dan transparan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, rumah sakit, perguruan tinggi, organisasi profesi, dunia usaha, hingga masyarakat.

Melalui upaya tersebut, rumah sakit di Indonesia diharapkan tidak hanya meningkatkan mutu layanan, tetapi juga membangun kembali kepercayaan publik. Harapannya, layanan kesehatan nasional dapat berkembang menjadi lebih bermutu, berkeadilan dan mampu memenuhi harapan masyarakat di negeri sendiri.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Abu Vulkanik Masih Bisa Menembus Masker N95, Kecuali Diberi Tambahan
    Pantesan negara ga maju2, profesor UI lohhhh , ...
  • BTN Dorong Industri Kopi Indonesia Naik Kelas Lewat Kolaborasi dan Digitalisasi
    Langkah luar biasa dari BTN dalam menginisiasi kolaborasi ...
  • OJK Bubarkan 58 Dana Pensiun, Ada Apa dengan Industri Pensiun RI?
    Meskipun terdapat pembubaran puluhan dana pensiun pemberi kerja, ...
  • Kini Deli Serdang Kembangkan Industri Jamur Menggunakan Elektrifikasi, Bisa Ditiru
    Inisiatif pemanfaatan teknologi elektrifikasi melalui mesin pengaduk media ...
  • Perkuat Daya Saing di Tengah Dinamika Pasar Global, VDNI Pacu Pertumbuhan Berkelanjutan di 2026
    Langkah strategis PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) ...
Megapolitan
Tol Kataraja Perkuat Koneks...
Megapolitan
Warga Perlu Diedukasi Hadap...
Luar Negeri
Trump Ancam Bombardier Kana...
Advertisement
Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

Kapal Jurnalis Hilang Kontak di Sekitar Anak Krakatau, Pemilik Ungkap Kondisi Sebelum Berangkat

09 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.