IPO Seret, BEI Pertimbangkan Revisi Target di Tengah Gejolak Pasar
📅 Kamis, 09 Jul 2026, 17:05 WIB | Oleh: Tim PenulisJAKARTA – Realisasi penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) yang baru mencapai enam perusahaan hingga pertengahan tahun, jauh di bawah target 50 emiten yang ditetapkan PT Bursa Efek Indonesia (BEI), menunjukkan masih kuatnya sikap hati-hati pelaku usaha dalam memanfaatkan pasar modal.
Volatilitas pasar, ketidakpastian ekonomi global, serta pertimbangan valuasi menjadi faktor yang mendorong banyak perusahaan menunda aksi korporasi.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi BEI untuk menjaga daya tarik pasar modal sekaligus memperkuat kepercayaan calon emiten terhadap prospek penghimpunan dana melalui IPO.
Karenanya, BEI membuka peluang untuk melakukan revisi target jumlah perusahaan yang menggelar IPO pada 2026, seiring tingginya volatilitas pasar akibat kombinasi sentimen domestik dan global.
BEI menargetkan sebanyak 50 perusahaan dapat melangsungkan IPO sebagaimanaRencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026, namun hingga saat ini baru terdapat enam perusahaan yang resmi melantai di pasar modal domestik.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Apakah kita akan revise atau engga, itu masih jadi bahan pembahasan kita juga,” ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin kepada awak media di Gedung BEI, Jakarta, Kamis.
Namun demikian, BEI tetap optimistis pasar modal Indonesia akan mencapai kinerja terbaiknya di tengah volatilitas pasar sepanjang 2026.
“Kalau kita berjuang, kalau kita bisa dapat trust secepat mungkin, kondisi juga membaik, geopolitik, dan segala macamnya support, rasa-rasanya kita harus melihat ke depan, betul-betul optimis kan. Masalah nanti tercapai atau tidak kan, akhir tahun.” ujar Saidu.
Sebaiknya Anda baca juga:
Saat ini, manajemen BEI tengah melangsungkan diskusi terkait dengan potensi melakukan revisi target IPO untuk tahun 2026.
“Kita lagi diskusikan apakah kita akan revise atau engga. Dan belum ada keputusan. Mau ga mau saya masih ikutin apa yang menjadi rencana kerja kan, yang menjadi target kan,” ujar Saidu.
Per 9 Juli 2026, sebanyak enam perusahaan telah resmi melangsungkan IPO di pasar modal Indonesia dengan dana dihimpun mencapai Rp1,73 triliun.
Pada Jumat (10/07), terdapat satu perusahaan yang akan melangsungkan IPO dengan target raihan dana senilai Rp429,25 miliar.
Selain itu, dalam antrean IPO masih terdapat enam perusahaan yang mencakup tiga perusahaan beraset skala besar, satu perusahaan beraset skala menengah, serta dua perusahaan beraset skala kecil.
Hingga saat ini, total perusahaan tercatat di pasar modal Indonesia tercatat sebanyak 962 perusahaan, dan ditargetkan dapat mencapai lebih dari 1.100 perusahaan pada tahun 2030.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!