Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Menyiapkan Strategi Berlapis untuk Mengatasi Potensi Kekeringan di Jember

📅 Rabu, 08 Jul 2026, 23:10 WIB | Oleh: Tim Penulis
Menyiapkan Strategi Berlapis untuk Mengatasi Potensi Kekeringan di Jember Doc: Antara
Ket. Petugas BPBD Jember mendistribusikan air bersih di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat, yang mengalami krisis air bersih pada Rabu (8/7/2026).

Jember - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jember menyiapkan strategi berlapis atasi potensi kekeringan selama musim kemarau di Kabupaten Jember, Jawa Timur.  

"Prioritas utama difokuskan pada pemetaan zona rawan serta pemenuhan kebutuhan air bersih bagi masyarakat terdampak," kata Kepala BPBD Jember Edy Budi Susilo, Rabu.  

Menurutnya, fenomena alam tersebut menuntut kewaspadaan dini agar dampaknya tidak mengganggu aktivitas harian warga, khususnya di sektor domestik dan pertanian. 

Sebagai langkah awal, lanjut dia, BPBD Jember telah memperbarui data wilayah yang memiliki risiko tinggi mengalami krisis air bersih di enam kecamatan yakni Kecamatan Sumbersari, Pakusari, Patrang, Rambipuji, Wuluhan, dan Tempurejo.  

"Kami terus memantau pergerakan cuaca dan kondisi debit air di lapangan. Zona-zona yang secara historis sering mengalami defisit air bersih kini menjadi prioritas pengawasan kami," katanya. 

Untuk mengantisipasi keadaan darurat, BPBD Jember telah menyiapkan armada tangki air yang siap bergerak kapan saja ke titik-titik pemukiman yang mulai kesulitan mendapatkan air bersih.

"Kami juga bersinergi dengan instansi terkait untuk memastikan pasokan air baku tetap aman," katanya.

Petugas BPBD Jember memberikan bantuan air bersih kepada sejumlah 125 KK yang terdampak di Desa Sumberpinang, Kecamatan Pakusari, dan sekitar 100 KK di Desa Sumberjeruk, Kecamatan Kalisat. 

Tidak hanya fokus pada penanganan jangka pendek berupa droping air, BPBD Jember juga menginisiasi program mitigasi struktural demi menciptakan solusi yang berkelanjutan.

Edy mengajak masyarakat untuk lebih bijak dalam menggunakan air bersih selama musim kemarau berlangsung dan mengimbau kepada seluruh masyarakat, terutama perangkat desa dan kecamatan, untuk segera melapor ke posko BPBD jika mulai muncul tanda-tanda krisis air di wilayahnya.

"Kerja sama dan kecepatan laporan dari warga sangat kami butuhkan agar penanganan bisa dilakukan sedini mungkin sebelum dampaknya meluas," katanya.

Bupati Jember Muhammad Fawait juga sudah mengeluarkan surat keputusan (SK) tentang Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan Kabupaten Jember tahun 2026.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Kemenperin akan Gunakan Nilai Tambah untuk Ukur Kinerja Manufaktur
    Keberhasilan Indonesia menempati peringkat ke-12 dunia sekaligus memimpin ...
  • Kemenperin akan Arahkan Industri 2027 pada Hilirisasi dan Industri Hijau
    Prestasi Indonesia yang berhasil naik ke peringkat 12 ...
  • Pria tanpa identitas Tewas Tersengat Listrik saat Curi Kabel LRT
    Wajar sih kalau mati, justru aneh klo tidak ...
  • Meski Melambat, Industri Tetap Ekspansi! Kemenperin: Ini 2 Sektor Paling Moncer
    Meskipun data Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Agustus 2026 ...
  • Kawasan Industri Tak Lagi Kompetitif, Investor Mulai Melirik Vietnam
    Meskipun banyak pabrik di Indonesia kini mulai beralih ...
Advertisement
Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

Ratusan Petani Tebu Gelar Aksi Dekat Istana Negara, Tuntut Kenaikan HPP dan Hapus HET Gula

02 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.