Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Spider-Man: Beyond the Spider-Verse Bakal Hadirkan Format Layar IMAX Penuh

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 16:10 WIB | Oleh:
Spider-Man: Beyond the Spider-Verse Bakal Hadirkan Format Layar IMAX Penuh Doc: ComicBook
Ket. Film Spider-Man: Beyond the Spider-Verse dipastikan akan menghadirkan pengalaman visual yang lebih spektakuler dibandingkan dua film sebelumnya. Tim kreatif mengonfirmasi bahwa film penutup trilogi animasi Spider-Verse akan memanfaatkan format IMAX, termasuk penggunaan rasio aspek penuh 1.43:1 pada beberapa adegan penting.

JAKARTA - Film Spider-Man: Beyond the Spider-Verse dipastikan akan menghadirkan pengalaman visual yang lebih spektakuler dibandingkan dua film sebelumnya. Tim kreatif mengonfirmasi bahwa film penutup trilogi animasi Spider-Verse akan memanfaatkan format IMAX, termasuk penggunaan rasio aspek penuh 1.43:1 pada beberapa adegan penting.

Informasi tersebut disampaikan langsung oleh produser sekaligus penulis naskah, Phil Lord dan Christopher Miller, dalam wawancara bersama Empire. Keduanya mengungkapkan bahwa proses produksi masih terus berjalan dan saat ini tim tengah memastikan kualitas visual film benar-benar maksimal ketika ditampilkan di layar IMAX.

"Kami sebenarnya akan pergi hari ini ke kantor pusat IMAX untuk melihat seperti apa tampilan rekamannya dalam skala besar. Dan memastikan bahwa resolusinya cukup untuk terlihat menakjubkan," ujar Christopher Miller.

Menurut Miller, pengerjaan Spider-Man: Beyond the Spider-Verse masih berlangsung intensif di ruang penyuntingan. Ia menyebut film tersebut memiliki skala yang jauh lebih besar sehingga membutuhkan proses yang panjang untuk memastikan setiap detail tampil sempurna.

"Ini film yang besar, dan banyak yang harus dilakukan. Anda harus terus melakukan sesuatu yang belum pernah dilakukan sebelumnya. Itu saja yang perlu Anda lakukan. Mudah!" katanya berseloroh.

Penggunaan rasio aspek IMAX penuh menjadi salah satu pembaruan terbesar dalam film ketiga ini. Langkah tersebut dinilai menunjukkan keseriusan tim produksi untuk menghadirkan pengalaman sinematik yang lebih imersif, terutama dalam menampilkan aksi lintas multisemesta yang menjadi ciri khas waralaba Spider-Verse.

Dua film sebelumnya memang telah dikenal karena inovasi visual yang mengubah standar film animasi modern. Spider-Man: Into the Spider-Verse menggunakan rasio layar 2.39:1 dengan beberapa adegan berganti ke format 1.33:1, sedangkan Spider-Man: Across the Spider-Verse menghadirkan variasi hingga rasio 2.55:1 pada sejumlah momen tertentu.

Dengan hadirnya format IMAX 1.43:1 pada Spider-Man: Beyond the Spider-Verse, penonton diperkirakan akan mendapatkan cakupan gambar yang lebih luas. Teknologi tersebut memungkinkan adegan-adegan besar tampil lebih megah sekaligus memberikan pengalaman menonton yang lebih mendalam.

Phil Lord mengatakan setiap detail dalam film menjadi perhatian utama selama proses produksi. Menurutnya, keberhasilan dua film sebelumnya tidak lepas dari kontribusi para animator dan pembuat film yang terus menyempurnakan setiap aspek visual maupun penceritaan.

"Detail itu penting. Hal yang menyenangkan dari film-film itu adalah semua orang di kru sangat ahli dalam bidangnya. Jadi, Anda hanya duduk-duduk, mengagumi semua seniman brilian ini, dan kemudian kami bisa bekerja dengan para pembuat film hebat ini, duduk di ruangan sepanjang hari, dan mencoba membuat semuanya menjadi lebih baik secara bertahap bersama-sama. Ini sangat menyenangkan," ujar Phil Lord.

Film ketiga ini akan melanjutkan kisah yang menggantung di akhir Spider-Man: Across the Spider-Verse. Saat itu, Miles Morales terjebak di semesta lain dan harus menghadapi versi alternatif dirinya sendiri, sementara Spider-Gwen membentuk tim baru untuk menyelamatkannya.

Hingga kini, Sony Pictures masih menyimpan rapat detail alur cerita Spider-Man: Beyond the Spider-Verse. Sejumlah materi promosi yang telah dirilis baru memperlihatkan sedikit gambaran mengenai petualangan Miles Morales pada babak penutup trilogi tersebut.

Salah satu daya tarik utama serial Spider-Verse adalah keberhasilan menghadirkan gaya animasi yang berbeda di setiap semesta. Dunia Spider-Gwen, Spider-Man India, Spider-Man 2099, hingga Spider-Punk memiliki identitas visual yang unik, dan tren tersebut diperkirakan akan kembali dikembangkan dalam film terbaru.

Meski belum dipastikan berapa banyak adegan yang menggunakan rasio IMAX penuh, kehadiran format tersebut diprediksi akan menjadi salah satu nilai jual utama film ini. Penggunaan rasio 1.43:1 sendiri masih tergolong langka di industri perfilman karena hanya sedikit film yang benar-benar memanfaatkannya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

PT KAI Bukukan Laba Rp2,28 Triliun

25 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Ekonomi
PT KAI Bukukan Laba Rp2,28 ...
Daerah
PT KAI Sediakan Layanan Rai...

Pemkot Bandung Bertekad Terus Perangi Judi Online

50 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Bertekad Ter...
Daerah
Wali Kota Bandung Tegaskan ...
Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.