Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Biosekuriti Diperketat! Barantin Gandeng FAO Hadapi Serbuan Penyakit Hewan

📅 Selasa, 07 Jul 2026, 14:20 WIB | Oleh: Tim Penulis

Selain itu, program tersebut juga diarahkan untuk memperkuat komunikasi risiko kepada masyarakat dan pemangku kepentingan guna mendukung pencegahan serta respons dini terhadap ancaman penyakit hewan.

Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor Leste Rajendra Aryal mengatakan ancaman penyakit hewan lintas batas, zoonosis dan spesies asing invasif terus meningkat sehingga membutuhkan sistem biosekuriti yang terintegrasi.

“FAO berkomitmen mendukung Barantin memperkuat kapasitas analisis risiko berbasis teknologi digital agar Indonesia semakin siap menghadapi berbagai ancaman,” ungkap Rajendra​​​​​​​.

Rajendra menyebut penguatan biosekuriti membutuhkan kerja sama lintas sektor karena isu tersebut berkaitan dengan kesehatan hewan, kesehatan manusia, ketahanan pangan dan penghidupan masyarakat.

Menurutnya, sistem karantina yang kuat tidak hanya menjadi benteng pencegahan masuknya penyakit, tetapi juga meningkatkan kepercayaan negara tujuan ekspor terhadap komoditas Indonesia.

Berdasarkan data Barantin mengacu pada Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor P.94 Tahun 2016, Indonesia memiliki daftar 187 spesies asing invasif (Invasive Alien Species​​​​​​​/ IAS) yang telah teridentifikasi di dalam negeri, serta 132 IAS yang belum ditemukan dan menjadi objek pencegahan pemasukan.

Sementara itu, terdapat beberapa penyakit hewan yang menjadi perhatian utama dalam pengawasan karantina di antaranya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK), Lumpy Skin Disease (LSD), antraks, brucellosis, Septicaemia Epizootica (SE), hingga rabies pada hewan penular tertentu.

Melalui kerja sama itu, Barantin menargetkan sistem perkarantinaan nasional semakin adaptif, terdigitalisasi dan berorientasi pada pelayanan publik untuk mendukung ketahanan pangan serta daya saing perdagangan nasional.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Megapolitan
Turis Prancis Dijambret Pon...
Megapolitan
Warga Bogor Kekurangan Air ...

Pemkot Bandung Siapkan Penguatan Ketahanan Pangan

27 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Daerah
Pemkot Bandung Siapkan Peng...

Upah Riil Jepang Menguat Setelah 4 Tahun Merosot

34 menit yang lalu | Deri Henriawan

Luar Negeri
Upah Riil Jepang Menguat Se...
Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.