Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Rupiah Hari Ini Melemah, Investor Cerna Penilaian Terbaru Fitch terhadap Ekonomi RI

📅 Senin, 06 Jul 2026, 17:15 WIB | Oleh: Tim Penulis
Rupiah Hari Ini Melemah, Investor Cerna Penilaian Terbaru Fitch terhadap Ekonomi RI Doc: ANTARA FOTO/ Dhemas Reviyanto.
Ket. Ilustrasi-Petugas menunjukkan mata uang rupiah dan dollar AS di Ayu Masagung Money Changer, Jakarta.

JAKARTA – Pelemahan rupiah mencerminkan sensitivitas pasar terhadap kombinasi sentimen eksternal dan penilaian lembaga pemeringkat internasional terhadap prospek ekonomi domestik.

Laporan dari Fitch Ratings menjadi salah satu faktor yang diperhatikan investor dalam menilai risiko, prospek fiskal, dan ketahanan ekonomi Indonesia, sehingga dapat memengaruhi arus modal jangka pendek.

Di tengah kondisi tersebut, stabilitas nilai tukar akan sangat ditentukan oleh kuatnya fundamental ekonomi, kredibilitas kebijakan, serta kemampuan pemerintah dan otoritas moneter menjaga kepercayaan pasar.

Nilai tukar (kurs) rupiah pada penutupan perdagangan Senin (6/7) sore melemah 32 poin atau 0,18 persen menjadi Rp17.995 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.963 per dolar AS.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan pelemahan ini dipengaruhi respons negatif pasar atas laporan terbaru Fitch Ratings terkait kondisi ekonomi Indonesia.

"Fitch Ratings dalam laporan terbarunya memberi pandangan mendalam mengenai rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia, yang terlihat dari indikator pelemahan rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga arus modal keluar yang masif. Namun demikian, perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi," ucapnya dalam keterangan tertulisnya di Jakarta.

Lembaga pemeringkat itu memperingatkan bahwa tekanan berkepanjangan dapat meningkatkan utang dan biaya pinjaman pemerintah, sekaligus memperbesar risiko terhadap penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia, yang pada Maret 2026 masih dipertahankan pada level BBB dan prospek (outlook) direvisi menjadi negatif.

Selain Fitch Ratings, lanjut dia, pasar juga gelisah pasca neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit 1,61 miliar dolar AS pada Mei 2026, yang mengakhiri tren surplus selama 72 bulan beruntun.

Melihat sentimen global, tensi geopolitik memanas karena adanya peperangan antara Rusia dengan Ukraina menjelang pertemuan puncak Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) NATO di Turki. Selain itu, ketidakpastian kesepakatan antara AS dengan Iran terkait Selat Hormuz turut membatasi penurunan harga minyak mentah.

Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.999 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.960 per dolar AS.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
BPOM Segera Siapkan Standar...
Nasional
Menbud Siapkan Langkah Perk...
Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka,  Djokovic Ukir Rekor Baru

Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka, Djokovic Ukir Rekor Baru

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 6
# 6
Peluang Melemah Terbuka, 6 Juli 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.