Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Piala Dunia, Laga Portugal Versus Spanyol, Salah Satu “Final Dini” Terbaik yang Patut Dipelototin

📅 Senin, 06 Jul 2026, 12:22 WIB | Oleh: Tim Penulis

Rodri cs juga lebih aktif dalam membuka ruang serang dan peta umpan, dengan frekuensi 2.079 kali, sedangkan Ronaldo cs 1.566 kali.


Bayang adu penalti

Konsekuensinya, akibat selalu menjadi tim yang lebih proaktif dalam setiap laga, Spanyol menjadi tim terbanyak mengalirkan umpan, 2.834 umpan yang 2.602 di antaranya akurat. Portugal melepaskan total 2.487 umpan yang 2.276 di antaranya akurat.

Satu departemen di mana Portugal boleh berbangga adalah probabilitas gol atau xG yang jauh di atas Spanyol: 8,83 banding 5,26.

Artinya, potensi gol dari peluang-peluang yang diciptakan para pemain Portugal lebih tinggi dari pada Spanyol: 15 persen lawan 12 persen.

Dalam kata lain, Portugal lebih efisien daripada Spanyol dalam mengelola peluang-peluangnya.

Dalam konteks ini, akan ada prospek menarik untuk pertarungan beda generasi di lini depan, antara Ronaldo yang sudah mencetak tiga gol untuk Portugal dan Mikel Oyarzabal yang sudah mempersembahkan 4 gol untuk Spanyol.

Adu klinis antara Ronaldo dan Oyarzabal bisa menjadi salah satu petunjuk untuk sistem bermain mana yang lebih efektif.

Apakah platform poros tunggal di belakang lima gelandang yang menekankan dominasi di sayap yang dianut de la Fuente, atau poros ganda di belakang tiga gelandang dan satu ujung tombak yang menekankan dominasi lapangan tengah yang dianut Roberto Martinez?

Tapi memang, pertandingan antara dua tim yang memuja sepak bola indah dan menyerang itu pada dasarnya merupakan kontes dua kutub yang berbeda.

Portugal mengandalkan sistem yang menekankan dominasi lini tengah dan penyelesaian akhir yang mematikan di lini depan, dengan eksekutor utamanya di Ronaldo.

Sedangkan Spanyol memainkan tiki-taka yang eksekusi para pemain muda berkemampuan teknis tinggi seperti Lamine Yamal dan Pedri, guna mendikte laga dari kedua sayap.

Sulit memperkirakan siapa yang bakal menang, tapi jika melihat riwayat pertemuan mereka dalam laga kompetitif sejak Piala Dunia 1934, kedua tim tak pernah mengakhiri laga dengan selisih lebih dari satu gol.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
AS Dikepung Gelombang Panas...

Kemnaker Bidik Serapan Kerja lewat MagangHub

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemnaker Bidik Serapan Kerj...
Luar Negeri
Pemakaman Khamenei, Ruang U...
Nasional
Kemenhut Perluas Perdaganga...
Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka,  Djokovic Ukir Rekor Baru

Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka, Djokovic Ukir Rekor Baru

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.