Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pesan dari Lampedusa: Paus Leo XIV Serukan Pemimpin Dunia Lindungi Hak-Hak Migran

📅 Senin, 06 Jul 2026, 14:09 WIB | Oleh:
Pesan dari Lampedusa: Paus Leo XIV Serukan Pemimpin Dunia Lindungi Hak-Hak Migran Doc: AFP/Tiziana FABI

ROMA - Paus Leo XIV mengunjungi Pulau Lampedusa di Mediterania, pada Sabtu (4/7), untuk mendesak para pemimpin Eropa dan AS agar menanggapi migrasi dengan solidaritas, bukan pencegahan.

Paus pertama asal AS itu memilih berkunjung pada 4 Juli, bertepatan dengan peringatan 250 tahun kemerdekaan AS, di pulau yang identik dengan para migran yang mempertaruhkan nyawa mereka untuk mencapai “pintu gerbang” Eropa.

Kunjungan simbolis itu memperkuat pesan yang telah berulang kali ia sampaikan sejak menjadi Paus, yakni bahwa migran harus diperlakukan sebagai orang yang membutuhkan perlindungan, bukan terutama sebagai tantangan keamanan.

Kunjungan ini dilakukan kurang dari dua pekan setelah Uni Eropa menyetujui aturan migrasi baru yang memperluas kewenangan penahanan dan mengizinkan pusat deportasi di luar blok tersebut.

Kunjungan ini juga berlangsung setelah berbulan-bulan Paus Leo mengkritisi kebijakan imigrasi yang keras, termasuk langkah-langkah yang dijalankan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

Dengan memilih mengunjungi perbatasan migrasi Eropa pada Hari Kemerdekaan Amerika, Paus juga menyampaikan salah satu pesan politik paling jelas dalam masa kepausannya - mendesak para pemimpin Barat untuk menempatkan belas kasih dan tanggung jawab bersama sebagai pusat kebijakan migrasi.

"Dari sudut terpencil Eropa di Laut Mediterania ini, kita dapat lebih jelas memahami tantangan besar yang ditimbulkan oleh fenomena migrasi bagi masyarakat Eropa," kata Leo kepada penduduk dan peziarah yang berkumpul di pulau itu.

Namun, ia menegaskan bahwa Eropa mampu mengatasi masalah ini melalui kebijakan yang "menerima, melindungi, mendukung, dan mengintegrasikan migran" sekaligus membantu negara asal "agar tidak ada yang dipaksa untuk beremigrasi."

Kunjungan selama sehari itu juga menegaskan momen penting dalam masa kepausan Paus Fransiskus, pendahulu Leo.

Pada 2013, Fransiskus memilih Lampedusa untuk perjalanan pertamanya di luar Roma, menarik perhatian global pada migran yang menyeberangi Laut Mediterania.

Dengan menelusuri kembali sebagian besar perjalanan itu, Leo menggarisbawahi kesinambungan sikap antara kedua Paus mengenai migrasi.

Leo memulai dengan berdoa di makam para migran yang meninggal dunia saat mencoba menyeberang dari Afrika Utara.

Kemudian ia berdiri menghadap laut yang memisahkan Afrika dan Eropa, salah satu rute migrasi paling mematikan di dunia, sebelum mengunjungi monumen "Gerbang Menuju Eropa" dan bertemu dengan sebuah keluarga migran.

Pada Misa di luar ruangan, pemimpin tertinggi umat Katolik dunia itu membandingkan para migran dengan penjelajah yang terluka dalam perumpamaan Injil tentang Orang Samaria yang Baik Hati.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Nasional
Kemenpar Hadirkan Program �...
Luar Negeri
AS Dikepung Gelombang Panas...
Nasional
Kemnaker Bidik Serapan Kerj...
Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka,  Djokovic Ukir Rekor Baru

Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka, Djokovic Ukir Rekor Baru

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
# 8
# 8
Peluang Melemah Terbuka, 6 Juli 2026
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.