Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Piala Dunia, Laga Portugal Versus Spanyol, Salah Satu “Final Dini” Terbaik yang Patut Dipelototin

📅 Senin, 06 Jul 2026, 12:22 WIB | Oleh: Tim Penulis

Lebih agresif

Dengan demikian, Ronaldo sudah tiga kali mengalami kekalahan dari pertemuan-pertemuan kompetitifnya dengan Spanyol, walau dia menyarangkan dua gol dari pertandingan-pertandingan kompetitif terakhir Portugal dengan Spanyol.

Kini Ronaldo berusaha memimpin Selecao untuk mengulang pencapaian Piala Dunia 2004, mengalahkan Spanyol ketika dia masih berusia 17 tahun.

CR7 tak ingin cepat-cepat mengakhiri Piala Dunia terakhirnya ini, apalagi jika dia harus mengakhiri perjalanan itu di tangan Spanyol.

Masalahnya, Ronaldo berada dalam tim yang secara individual hebat-hebat, tapi secara tim lebih retak dibandingkan Spanyol yang kompak karena bintang-bintangnya lebih bisa mengendalikan ego mereka.

Faktor kekompakan ini pula yang membuat perjalanan Portugal dalam Piala Dunia 2026 tidak semulus Spanyol, yang tak pernah kalah dan tak pernah kebobolan sampai menjelang babak 16 besar ini.

Walau sama-sama sudah mencetak delapan gol, di mana Ronaldo dan Mikel Oyarzabal mencetak 37,5 sampai 50 persen gol-gol tim mereka, statistik pencapaian Spanyol berada di atas Portugal pada hampir semua aspek.

Jika Selecao membuat 52 umpan yang 29 persen di antaranya tepat sasaran, maka La Roja sudah membuat 78 peluang dengan 33 persen di antaranya on target. 

Tim asuhan Luis de la Fuente jauh lebih aktif dalam menginvasi sepertiga awal permainan lawan dengan 280 sentuhan ketika tim asuhan Roberto Martinez itu membuat 268 sentuhan.

Kedua tim sama-sama lebih mengandalkan sayap kiri kala masuk ke sepertiga terakhirnya. 104 sentuhan untuk Portugal, dan 101 sentuhan di Spanyol.

Artinya, kolom kiri permainan Portugal yang ditempati bek kiri Nuno Mendes dan winger Pedro Neto atau Joao Felix atau Rafael Leao, setara berbahayanya dengan lajur kiri permainan Spanyol yang hampir selalu diisi bek kiri Marc Cucurella dan winger Alex Baena.

Sayap kiri adalah satu dari sedikit aspek yang lebih dikuasai Portugal. Tapi dalam kebanyakan aspek, Spanyol menampilkan diri sebagai tim yang lebih dominan.

Spanyol lebih agresif dalam menembus lini permainan lawan. Frekuensi Spanyol di sini adalah 842, sedangkan Portugal 748 kali.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
AS Dikepung Gelombang Panas...

Kemnaker Bidik Serapan Kerja lewat MagangHub

23 menit yang lalu | Ilham Sudrajat

Nasional
Kemnaker Bidik Serapan Kerj...
Luar Negeri
Pemakaman Khamenei, Ruang U...
Nasional
Kemenhut Perluas Perdaganga...
Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka,  Djokovic Ukir Rekor Baru

Wimbledon 2026: Osaka Singkirkan Sabalenka, Djokovic Ukir Rekor Baru

06 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.