Pemprov Papua Lepas 124 Siswa ADEM untuk Lanjutkan Pendidikan ke Lima Provinsi
📅 Senin, 06 Jul 2026, 12:50 WIB | Oleh: Tim PenulisJAYAPURA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Dinas Pendidikan setempat melepas 124 lulusan SMP asli Papua untuk melanjutkan pendidikan jenjang SMA/SMK melalui Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) di lima provinsi yakni Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, dan Bali.
Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Papua, Christian Sohilait, di Jayapura, Senin (06/7), mengatakan Program ADEM merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan berkualitas bagi anak-anak Papua agar memiliki daya saing dan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul.
“Pada Sabtu (04/7) kami melepas 124 siswa ADEM untuk berangkat ke lima provinsi di Indonesia dan seluruh peserta yang diberangkatkan merupakan perwakilan dari sembilan kabupaten/kota di Provinsi Papua,” katanya.
Menurut Chistian, seluruh kebutuhan pendidikan mulai dari biaya hidup, uang sekolah (SPP), hingga biaya tempat tinggal selama menempuh pendidikan ditanggung sepenuhnya oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
"Untuk itu, program ini menjadi kesempatan yang sangat baik bagi anak-anak Papua untuk memperoleh pendidikan di berbagai daerah di Indonesia,” ujarnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Karena itu ia berpesan agar kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan belajar sungguh-sungguh dan meraih prestasi.
“Terkait dengan kuota peserta Program ADEM tahun ini berjumlah 124 siswa, dimana angka ini menurun dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 300 peserta. Penurunan tersebut terjadi karena adanya penyesuaian anggaran dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah," katanya.
Meski begitu pihaknya mengapresiasi pemerintah pusat yang tetap memberikan alokasi Program ADEM bagi anak-anak Papua. Pihaknya berharap kuota program tersebut dapat kembali ditingkatkan pada tahun-tahun mendatang, agar semakin banyak pelajar Papua memperoleh kesempatan belajar di luar daerah.
Sebaiknya Anda baca juga:
“Kami berpesan kepada seluruh peserta agar menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, daerah asal, dan lembaga pendidikan yang mengirim mereka. Para siswa juga diminta fokus belajar, menghindari pergaulan negatif, serta tidak terlibat dalam pelanggaran disiplin yang dapat menyebabkan dikeluarkan dari program,” ujarnya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!