Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Bukan Cuma Kekeringan, BMKG Peringatkan Petani Babel Jangan Nekat Tanam Padi Tahun Ini!

📅 Rabu, 12 Agu 2026, 06:10 WIB | Oleh:
Bukan Cuma Kekeringan, BMKG Peringatkan Petani Babel Jangan Nekat Tanam Padi Tahun Ini! Doc: ANTARA/ Rusdiyanto
Ket. Ilustrasi: Petani di Desa Batubetumpang Kecamatan Pulau Besar Kabupaten Bangka Selatan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

PANGKALPINANG - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) mengimbau para petani di daerah tersebut untuk tidak menanam padi selama musim kemarau 2026, Selasa (11/8).

Peringatan ini dikeluarkan guna mencegah ancaman gagal panen total (puso) akibat dampak fenomena El Nino yang memicu musim kemarau lebih kering dan berlangsung hingga awal 2027.

"Kami sarankan petani untuk menanam tanaman pangan yang tidak membutuhkan air yang banyak selama musim kemarau ini," kata Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Kepulauan Babel Slamet Supriyadi di Pangkalpinang, Selasa.

Ia menyatakan BMKG Provinsi Kepulauan Bangka Belitung telah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian dan menyosialisasikan musim kemarau 2026 yang lebih kering dan panjang kepada petani, guna mengantisipasi gagal panen karena lahan pertanian mengalami kekeringan.

"Kami tidak menyarankan petani untuk menanam tanaman padi dan diganti dengan tanaman yang lebih jauh tepat dan bagus tumbuhnya di daerah kering," ujarnya.

Menurut dia, apabila petani memaksakan menanam padi selama musim kemarau ini, maka dikuatirkan petani akan mengalami gagal panen dan menimbulkan kerugian yang besar.

"Banyak tanaman pangan yang tidak membutuhkan air yang besar, seperti jagung, kacang-kacangan dan lainnya, sehingga lahan pertanian tersebut tetap produktif selama musim kemarau ini," ujarnya.

Ia mengatakan puncak musim kemarau tahun ini akan terjadi pada September 2026 dan berakhir pada awal 2027, kisaran Januari hingga Februari tahun depan, sebagai dampak fenomena El Nino di daerah ini.

"Saat ini beberapa wilayah sudah mengalami kekeringan dan beberapa kabupaten sudah melakukan tindakan, seperti menyalurkan air bersih. Misalnya, BPBD Kota Pangkalpinang telah menyediakan air bersih kepada masyarakat yang sudah mengalami kekeringan," katanya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
  • Mentan Bidik Investasi Besar, Industri Bioetanol Nasional Mulai Digenjot
    Langkah strategis dari pemerintah pusat, khususnya melalui jaminan ...
  • Kemenperin Perkuat Kemitraan IKM Singkong dan Industri Nasional
    Langkah Kemenperin mengintegrasikan IKM olahan singkong melalui Program ...
  • Industri Bioetanol Indonesia Mau Digenjot, Mentan Bidik Investasi BUMN dan Swasta
    Potensi penghematan devisa negara hingga mencapai Rp500 triliun ...
Advertisement
FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

FIFA Asean Cup 2026: Drama VAR! Thom Haye Kartu Merah, Indonesia Vs Malaysia Masih 0-0 di Babak Pertama

28 Sep 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.