Biaya Visa Jepang Resmi Naik, Wisatawan Indonesia Diminta Siapkan Anggaran Lebih
📅 Senin, 06 Jul 2026, 18:22 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Masyarakat Indonesia yang berencana berlibur ke Jepang perlu menyiapkan anggaran lebih besar mulai Juli 2026. Pemerintah Jepang resmi menaikkan biaya pengajuan visa bagi wisatawan asing, bersamaan dengan meningkatnya jumlah wisatawan Indonesia yang berkunjung ke Negeri Sakura.
Berdasarkan data Japan National Tourism Organization (JNTO), sebanyak 327.000 wisatawan Indonesia mengunjungi Jepang sepanjang Januari hingga Mei 2026. Jumlah tersebut meningkat sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menunjukkan Jepang masih menjadi salah satu destinasi wisata luar negeri favorit masyarakat Indonesia.
Peningkatan minat tersebut juga tercermin dari data internal PT Allianz Utama Indonesia yang mencatat lebih dari 41.000 pembelian polis asuransi perjalanan internasional hingga Juni 2026.
Direktur sekaligus Chief Technical Officer Allianz Utama Indonesia, Ignatius Hendrawan, mengatakan meningkatnya jumlah wisatawan, termasuk mereka yang baru pertama kali mengunjungi Jepang, perlu diimbangi dengan persiapan perjalanan yang lebih matang.
"Selama merencanakan perjalanan, banyak orang fokus mencari tiket murah atau menyusun itinerary yang padat. Padahal, kenyamanan liburan juga ditentukan oleh persiapan sebelum keberangkatan, mulai dari riset destinasi, penyusunan anggaran hingga perlindungan perjalanan," ujar Ignatius dalam keterangan tertulis, Senin (6/7).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, persiapan yang baik dapat membantu wisatawan mengoptimalkan waktu, menghindari pengeluaran yang tidak perlu, sekaligus mengantisipasi berbagai risiko selama perjalanan.
Biaya visa naik lima kali lipat
Salah satu perubahan yang perlu diperhatikan wisatawan adalah kenaikan biaya pengajuan visa Jepang yang mulai berlaku pada 1 Juli 2026.
Sebaiknya Anda baca juga:
Untuk visa sekali masuk (single-entry), biaya naik dari 3.000 yen menjadi 15.000 yen. Sementara biaya visa multiple-entry meningkat dari 6.000 yen menjadi 30.000 yen.
Selain biaya visa, wisatawan juga perlu memperhitungkan sejumlah pengeluaran lain yang kerap luput dari perencanaan, seperti pajak hotel (city tax), transportasi lokal, biaya bagasi tambahan maskapai, hingga biaya reservasi beberapa objek wisata yang kini mewajibkan pemesanan lebih awal.
Dengan menyusun anggaran secara menyeluruh sejak awal, wisatawan dinilai dapat menghindari pembengkakan biaya selama berada di Jepang.
Itinerary realistis dinilai lebih efektif
Allianz juga menilai banyak wisatawan pemula cenderung memasukkan terlalu banyak destinasi populer dalam jadwal perjalanan mereka.
Salah satunya adalah Tokyo Skytree yang sering menjadi tujuan utama wisatawan. Namun, pada musim liburan, antrean panjang dan tingginya jumlah pengunjung kerap membuat pengalaman berwisata menjadi kurang nyaman.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!