Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Banyak Fitur Kesehatan di Smart Watch, Manakah yang Benar-benar Bermanfaat?

📅 Senin, 06 Jul 2026, 11:20 WIB | Oleh: Tim Penulis

Banyak perangkat wearable juga menawarkan skor kesehatan, yang menggabungkan berbagai aliran data menjadi angka sederhana, seperti usia biologis, stres, atau kualitas tidur. Setiap perusahaan menghitung skor ini secara berbeda, menggunakan algoritma milik mereka sendiri, kata Dr. Jag Singh, seorang profesor di Harvard Medical School.

Jadi, dokter tidak dapat mengetahui apa yang sebenarnya diukur oleh skor-skor ini atau apakah skor tersebut sesuai dengan hasil kesehatan yang sebenarnya.

“Indikator tersebut dapat bermanfaat di tingkat individu untuk kesehatan,” kata Singh, “tetapi saya rasa indikator tersebut tidak bermanfaat bagi dokter.”

Cara Pakai Perangkat yang Benar

Menurut Fayad, cara terbaik untuk menggunakan perangkat wearable adalah dengan melihat tren jangka panjang daripada terobsesi dengan perubahan harian. Perubahan mendadak bisa penting jika selaras dengan gejala, seperti jantung berdebar saat detak jantung meningkat. Namun secara umum, satu pembacaan yang tidak biasa kurang bermakna dibandingkan perubahan berkelanjutan selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan.

“Nilai dari perangkat wearable bukanlah angkanya. Tetapi lintasannya,” katanya.

Singh mengatakan, kehati-hatian yang sama berlaku ketika membandingkan data Anda dengan data orang lain. Setiap orang sangat bervariasi dalam metrik seperti variabilitas detak jantung atau VO2 max, bahkan ketika mereka memiliki tingkat kebugaran yang serupa. Data dasar Anda sendiri biasanya lebih bermanfaat daripada tolok ukur eksternal mana pun.

Jika perangkat wearable memotivasi Anda untuk meningkatkan jumlah langkah atau membantu Anda menyadari bahwa alkohol memperburuk detak jantung istirahat Anda, itu bisa bermanfaat, kata Fayad.

Tetapi jika Anda secara kompulsif memeriksa data Anda dan menjadi khawatir atau frustrasi, perangkat wearable mungkin malah lebih banyak menimbulkan kerugian daripada manfaat. Misalnya, perangkat tersebut terkadang dapat memperburuk kualitas tidur, kata Dr. Ezekiel J. Emanuel, seorang ahli kebijakan kesehatan di Universitas Pennsylvania.

Sebuah survei baru-baru ini menemukan bahwa sekitar 30 persen orang yang melacak pola tidur mereka berisiko mengalami ortosomnia, yaitu obsesi yang tidak sehat untuk mendapatkan tidur yang sempurna. Menurut Emanuel, panduan yang lebih baik adalah seberapa segar perasaan Anda di pagi hari.

Jika kecemasan terkait data dari perangkat yang dikenakan menjadi masalah, salah satu solusinya mungkin adalah berhenti melacak data tersebut. Solusi lain mungkin menggunakan perangkat yang dikenakan untuk tujuan spesifik jangka pendek, seperti meningkatkan tingkat aktivitas atau konsistensi tidur, lalu menyimpannya, kata Spatz.

Perangkat wearable memang mempermudah pemantauan fungsi internal tubuh. Namun, dibutuhkan lebih banyak penelitian dan alat yang lebih baik untuk mengintegrasikan angka-angka tersebut, menempatkannya dalam konteks, dan memberi tahu dokter apa, jika ada, yang perlu ditindaklanjuti.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Final Ideal Piala AFF, Vietnam Bersiap Ngluruk ke Thailand
    Preview komentar:
    skuad "gajah perang" sepertinya unggul, mrk diuntungkan sbg ...
  • Airlangga: Indonesia Prioritaskan Transformasi Industri Berbasis Tenaga Surya
    Preview komentar:
    Langkah strategis pemerintah menargetkan 100 GW tenaga surya ...
  • Badan Pangan Nasional Usul Tambahan 150 Ribu Ton SPHP Jagung Perkuat Peternak Mikro
    Preview komentar:
    Kebijakan strategis Bapanas mengusulkan tambahan 150 ribu ton ...
Advertisement
injourney
Advertisement
astra2
Advertisement
hut ri 81
Ekonomi
PT KAI Targetkan 1,4 Miliar...
Megapolitan
Polisi Temukan Potongan Tub...

Bek Anyar PSS Sleman Langsung “Tune In”

2 jam lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Bek Anyar PSS Sleman Langsu...
Luar Negeri
Presiden Trump Ungkap Korut...
Advertisement
hut ri 81
Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

Menteri Keuangan: Pembatasan Subsidi BBM untuk Desil 10 Bisa Hemat Anggaran 10 Persen

20 Aug 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.