Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

4 Jenis Panganan Tinggi Serat yang Baik untuk Pencernaan Selain Pepaya

📅 Sabtu, 11 Jul 2026, 13:55 WIB | Oleh: Tim Penulis
4 Jenis Panganan Tinggi Serat yang Baik untuk Pencernaan Selain Pepaya Doc: Japan Centre
Ket. Ubi rebus

Pepaya dikenal sebagai buah yang tinggi serat dan mengandung enzim papain, yang mampu melancarkan pencernaan serta mencegah terjadinya sembelit.

Akan tetapi tekstur serta aroma khas pepaya kadang membuat sebagian orang enggan mengonsumsi pepaya. Bagi anda yang mencari bahan pangan lain dengan serat tinggi selain pepaya, berikut adalah empat bahan pangan dengan serat tinggi selain pepaya seperti dilansir dari laman Eatwell pada Jumat (10/7) waktu setempat.

1. Kacang Polong Hijau

Kacang polong kaya nutrisi ini memiliki kandungan serat yaitu 5,7 gram per 100 gram, atau sekitar 8 gram serat per cangkir.

Kacang polong mengandung campuran serat larut dan tidak larut, yang membantu melancarkan pencernaan, sehingga mencegah terjadinya sembelit. Serat yang tinggi ini juga mampu menjaga kadar kolesterol yang sehat.

Bagi Anda yang sedang menjalani program diet, kacang polong mampu membuat rasa kenyang lebih lama. Hal ini disebabkan karena tingginya kandungan protein yang juga disertai serat larut dan tidak larut.

2. Kubis Kecil atau Kubis Brussel

Kubis brussel mengandung serat dua kali lipat lebih banyak daripada brokoli, dengan 4,8 gram serat per 100 gram dari kubis brussel yang dimasak.

Sayuran ini mengandung serat larut dan tidak larut dalam jumlah yang sama, artinya sayuran ini membantu melancarkan pencernaan dan meningkatkan kesehatan mikrobioma.

Kubis brussel termasuk dalam keluarga sayuran cruciferous yang membantu menyeimbangkan hormon sekaligus meningkatkan kekebalan tubuh, berkat kandungan vitamin C, folat, dan antioksidannya yang tinggi.

Sayuran ini juga kaya akan senyawa yang disebut glukosinolat, yang memiliki sifat anti-inflamasi dan melindungi dari kanker dan kerusakan DNA.

3. Sawi Hijau

Sawi hijau kaya akan serat tidak larut dengan kandungan 4 gram serat per 100 gram, sehingga membantu mencegah sembelit. Sayuran ini juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik, yang mendukung kesehatan darah dan tingkat energi.

Sawi hijau merupakan sumber vitamin K dan kalsium yang sangat baik untuk mendukung kepadatan tulang.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • Pasar Eropa Terbuka Lewat IEU-CEPA, Industri Tekstil Indonesia Punya Peluang Baru
    Artikel yang sangat mencerahkan. Sepakat dengan pandangan Kadin ...
  • Produksi Kapal Baru RI Melonjak 251 Persen, Menperin: Negara Maritim Jangan Kalah di Laut Sendiri
    Menanggapi lonjakan produksi kapal baru hingga 251 persen ...
  • Bidik Transformasi Industri Indonesia, Danantara Gelar Forum Teknologi dan Investasi Global
    Fokus Danantara pada industrialisasi inovasi dalam forum DTIIF ...
  • Produksi Dipangkas 50 Persen, Industri Keramik Terancam Lumpuh Gara-Gara Gas!
    Membaca kondisi industri keramik yang terpaksa memangkas kapasitas ...
  • Gelombang Tsunami Setinggi 18 Meter Mengancam Pantai Selatan Kebumen
    Membayangkannya saja sudah bikin takut. Apalagi ada keluarga ...
Advertisement
Homedec Detail Sidebar
pasang iklan di koran jakarta
Nasional
Unjuk rasa mahasiswa dan ma...
Daerah
Peluncuran bus listrik proy...

Pembukaan Festival Budaya Kerinci 2026

27 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Pembukaan Festival Budaya K...
Megapolitan
Aksi desak evaluasi perdaga...

Peremajaan lahan perkebunan kelapa

36 menit yang lalu | Wahyu AP

Daerah
Peremajaan lahan perkebunan...
pasang iklan di koran jakarta
Advertisement
Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

Kebiasaan Bangun Paling Pagi Bikin Kita Banyak Rezeki, Benarkah?

22 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.