Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan
Ads

Penopang IKN, Kaltim Kejar Target Swasembada Beras Akhir 2026

📅 Jumat, 10 Jul 2026, 03:27 WIB | Oleh: Tim Penulis
Penopang IKN, Kaltim Kejar Target  Swasembada Beras Akhir 2026 Doc: Antara
Ket. Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji memimpin rapat koordinasi Swasembada Padi di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim.

SAMARINDA - Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menargetkan seratus persen swasembada beras pada akhir 2026 dengan cara mencetak perluasan cetak sawah baru serta memodernisasi infrastruktur irigasi di sejumlah lumbung pangan daerah.

Target ini seiring peran Kaltim yang memegang peran sebagai penopang dan penggerak utama Ibu Kota Nusantara (IKN). Empat wilayah otonom utamanya yakni Balikpapan, Samarinda, Kutai Kartanegara, dan Penajam Paser Utara diproyeksikan menjadi pusat konektivitas, logistik, rantai pasok, dan ketahanan pangan untuk mendukung ekosistem IKN.

“Kita sudah mengalami peningkatan produksi padi. Saat ini capaiannya sudah lebih dari 60 persen dan kita menargetkan pada akhir 2026 dapat mencapai 100 persen,” kata Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji usai memimpin rapat koordinasi Swasembada Padi di Ruang Ruhui Rahayu, Kantor Gubernur Kaltim, kemarin.

Menurut Seno Aji, mewujudkan swasembada padi di Kaltim membutuhkan kerja keras dan kolaborasi semua pihak, mengingat pencapaiannya juga bergantung pada dukungan kebijakan dan program dari Kementerian Pertanian.

Saat ini, total kebutuhan beras di Kaltim berada di kisaran 350 ribu ton per tahun. Jika dikonversikan ke bentuk Gabah Kering Giling (GKG), Bumi Etam membutuhkan sekitar 600 ribu ton GKG per tahun.

Berdasarkan data rilis Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, volume fisik produksi mandiri Kaltim baru mencapai 270.867 ton GKG per tahun, yang setelah digiling menghasilkan 157.555 ton beras konsumsi.

Karena kapasitas produksi lokal tersebut baru memenuhi sebagian kebutuhan, sisa defisit sebesar kurang lebih 192 ribu ton beras ini masih harus didatangkan secara berkala lewat pasokan antarpulau, terutama dari Provinsi Sulawesi Selatan dan Jawa Timur.

“Kita terus berdiskusi agar seluruh kabupaten dan kota segera melakukan revitalisasi maupun verifikasi ulang data, kemudian menyampaikan kepada Dinas Pangan, Tanaman Pangan, dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur,” tegas Seno Aji.

Dalam waktu dekat, Pemprov Kaltim akan menyampaikan perkembangan capaian serta rencana kerja daerah kepada Kementerian Pertanian sebagai bagian dari upaya percepatan swasembada padi. “Akhir Juli ini rencana kerja hingga akhir 2026 sudah ditunggu Menteri Pertanian,” jelasnya.

Seno Aji menjelaskan, 10 kabupaten dan kota di Kalimantan Timur bersama Perum Bulog, TNI, dan mitra pembangunan terus memperkuat koordinasi serta bekerja di lapangan untuk mempercepat pencapaian swasembada ­padi. Ant/S-2

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
  • FIFA Asean Cup 2026: Sembilan Gol Antarkan Indonesia ke Final, Thailand Menanti
    Laga ini adalah salahsatu pertandingan bola paling menegangkan ...
  • Pembalakan Liar di TN Berbak-Sembilang Terbongkar, Ratusan Kayu dan Rel 1 Km Dimusnahkan.
    Pecuri kayu sampai membangun rel? Ini sih terang2an ...
  • Dagelan Tak Mutu Lapas Cibinong, Bisa Bangun 10 Rumah Sultan, tak Ada Anggaran Beli CCTV Rp200.000  
    Aparat dan pejabat di negeri ini makin terang2an ...
  • MSI Apresiasi Menteri Pertanian Amran Sulaiman Terkait Penghentian Impor Singkong
    Sangat menginspirasi melihat bagaimana kebijakan tegas menyetop impor ...
  • Kebangkitan UMKM dan Penetrasi E-Commerce jadi Katalisator Pertumbuhan Industri Percetakan di Indonesia
    ehadiran platform pameran B2B bertaraf internasional seperti ALLPrint ...
Advertisement
Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

Final Indonesia vs Thailand: Penjualan Tiket Dibuka Mulai Rp250 Ribu, Ini Cara Belinya!

02 Oct 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.