Financial Wellness Jadi Strategi Baru Perusahaan Menjaga Produktivitas Karyawan
📅 Kamis, 20 Agu 2026, 17:53 WIB | Oleh: Haryo BronoJAKARTA – Peran sumber daya manusia (HR) dalam perusahaan terus berkembang seiring perubahan kebutuhan tenaga kerja. Jika sebelumnya tanggung jawab perusahaan terhadap karyawan lebih banyak dikaitkan dengan pembayaran gaji, kini perhatian mulai bergeser pada kesejahteraan karyawan secara lebih luas, termasuk aspek kesehatan dan kondisi finansial.
Financial wellness atau kesejahteraan finansial karyawan semakin dipandang sebagai bagian dari strategi perusahaan. Kondisi finansial yang tidak stabil dinilai dapat memengaruhi konsentrasi, produktivitas, hingga loyalitas karyawan.
Persoalan tersebut menjadi semakin relevan ketika karyawan menghadapi kebutuhan mendesak yang tidak dapat ditutupi oleh gaji atau tabungan. Dalam situasi tersebut, sebagian pekerja dapat memilih pinjaman online (pinjol) atau pinjaman informal yang berpotensi menambah beban keuangan.
Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) per Maret 2026 menunjukkan tingkat kredit macet pinjaman online meningkat dari 2,77 persen menjadi 4,52 persen. Kelompok usia 19–34 tahun menyumbang hampir separuh dari total gagal bayar tersebut.
Kelompok tersebut mencakup banyak pekerja profesional muda dan keluarga muda yang berada dalam fase kehidupan dengan kebutuhan finansial cukup besar, mulai dari cicilan rumah, biaya pendidikan anak, hingga kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Sebaiknya Anda baca juga:
Berdasarkan Laporan Kesejahteraan Finansial Karyawan Indonesia yang diterbitkan Mekari pada 2022, sebanyak 88,3 persen karyawan setidaknya sekali dalam setahun membutuhkan dana darurat. Sebanyak 92 persen dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan pokok, bukan kebutuhan konsumtif.
CEO Mekari, Suwandi Soh, menilai data tersebut menunjukkan adanya kebutuhan terhadap akses finansial yang lebih aman bagi pekerja.
“Data ini adalah signal, bukan noise. Kenaikan kredit macet pinjol di kelompok usia produktif bukan anomali sesaat yang bisa diabaikan, melainkan signal yang jelas bahwa banyak pekerja Indonesia belum memiliki akses yang aman terhadap kebutuhan finansial mendesak,” ujar Suwandi melalui keterangan tertulis pada Kamis (20/8/2026).
Sebaiknya Anda baca juga:
Menurut dia, kondisi tersebut perlu mendapat perhatian perusahaan sebelum berkembang menjadi persoalan finansial yang lebih besar dan berdampak terhadap produktivitas karyawan.
Akses Gaji untuk Kebutuhan Mendesak
Mekari melalui Mekari Flex menawarkan pendekatan employee benefit yang terintegrasi dengan ekosistem teknologi HR perusahaan. Salah satu layanan yang ditawarkan adalah Accessible Salary, yang memungkinkan karyawan mengakses sebagian gaji yang telah menjadi haknya sebelum jadwal pembayaran gaji.
Fasilitas tersebut tidak menggunakan skema bunga pinjaman. Pengguna hanya dikenakan biaya administrasi transaksi. Mekari menyebut skema ini berbeda dengan pinjaman online yang dapat membebankan bunga dan biaya pinjaman.
Accessible Salary juga terhubung dengan Mekari Talenta sebagai sistem payroll dan Human Resources Information System (HRIS). Dengan integrasi tersebut, dana yang telah diakses karyawan dapat otomatis diperhitungkan dalam proses payroll sehingga perusahaan tidak perlu melakukan rekonsiliasi secara manual.
Selain Accessible Salary, Mekari Flex menyediakan flexible benefit yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan karyawan, serta layanan administrasi asuransi dan Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) dalam satu dashboard.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!