Kemenkes: Akses Kesehatan yang Setara Melindungi Kelompok Rentan Penderita TB dan HIV
📅 Minggu, 05 Jul 2026, 14:06 WIB | Oleh: Tim PenulisOleh karena itu, katanya, integrasi layanan menjadi kunci. Klinik HIV dan TB harus terhubung dengan layanan kesehatan mental, manajemen penyakit tidak menular, perlindungan sosial, dan rehabilitasi.
Model layanan terpadu dapat mengurangi beban pasien sekaligus meningkatkan hasil klinis. Di tingkat kebijakan, katanya, pembiayaan harus diarahkan untuk mendukung model layanan yang berpusat pada pasien dan dipimpin komunitas.
Indikator kualitas hidup, kata Imran, seperti retensi dalam perawatan, viral suppression pada lansia, penurunan kekerasan berbasis gender, dan akses layanan bagi penyandang disabilitas harus menjadi tolok ukur utama.
Menurutnya, Indonesia memiliki modal sosial dan jaringan komunitas yang kuat. Tantangannya adalah bagaimana mengubah modal itu menjadi kebijakan dan praktik yang menjangkau mereka yang paling rentan.
Sebaiknya Anda baca juga:
"Jika kita menempatkan manusia di pusat respons HIV dan TB, kita tidak hanya menurunkan angka kasus, tetapi juga memulihkan martabat, kesehatan, dan harapan hidup bagi setiap orang, tanpa kecuali," katanya.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!