Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

BMHS Bangun Fasilitas Skybridge untuk Tingkatkan Mobilitas Pasien dan Tenaga Medis

📅 Selasa, 16 Jun 2026, 18:39 WIB | Oleh:
BMHS Bangun Fasilitas Skybridge untuk Tingkatkan Mobilitas Pasien dan Tenaga Medis Doc: BHMS
Ket. Peletakan batu pertama jembatan penghubung RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta pada tanggal 10 Juni 2026. Fasilitas ini diharapkan dapat memperkuat integrasi layanan, meningkatkan keselamatan pasien, dan mempermudah akses ke layanan kesehatan unggulan.

JAKARTA – PT Bundamedik Tbk (BMHS) memulai pembangunan jembatan penghubung (skybridge) yang akan mengintegrasikan layanan antara RSIA Bunda Jakarta dan RSU Bunda Jakarta. Infrastruktur baru ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, memperkuat keselamatan pasien, serta mempermudah mobilitas tenaga medis dan tenaga pendukung rumah sakit.

Pembangunan skybridge yang dimulai pada tanggal 10 Juni 2026 tersebut menjadi bagian dari strategi BMHS dalam membangun ekosistem layanan kesehatan keluarga yang lebih terintegrasi. Melalui konektivitas fisik antara kedua rumah sakit, pasien dapat memperoleh akses yang lebih mudah terhadap berbagai layanan unggulan yang selama ini berada di gedung terpisah.

Komisaris Utama PT Bundamedik Tbk, dr. Ivan Rizal Sini, mengatakan pembangunan skybridge bukan sekadar penambahan fasilitas baru, melainkan upaya untuk menyatukan seluruh layanan yang telah dikembangkan selama lebih dari lima dekade.

“Skybridge ini adalah cerminan dari bagaimana kami memandang pertumbuhan, bukan hanya soal menambah fasilitas baru, tetapi memastikan seluruh layanan yang sudah kami bangun selama lebih dari 50 tahun dapat bekerja sebagai satu kesatuan yang utuh dan pada akhirnya berpusat pada kebutuhan pasien,” ujarnya.

Peletakan batu pertama proyek tersebut turut dihadiri Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo. Dalam sambutannya, Pramono menilai Rumah Sakit Bunda memiliki kedekatan historis dan emosional dengan masyarakat Jakarta. Menurutnya, peningkatan fasilitas yang dilakukan diharapkan dapat memberikan manfaat lebih besar bagi pasien dan keluarganya.

“Mudah-mudahan dengan adanya jembatan penghubung ini, Rumah Sakit Bunda dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi kesehatan dan kenyamanan masyarakat sehingga kualitas kehidupan di Jakarta menjadi jauh lebih baik,” kata Pramono.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Bundamedik Tbk, Agus Heru Darjono, menjelaskan bahwa pembangunan skybridge merupakan bagian dari peta jalan pertumbuhan perusahaan dalam memperkuat fondasi operasional dan integrasi layanan kesehatan.

Menurutnya, langkah tersebut akan mendukung berbagai layanan unggulan BMHS, mulai dari perawatan neonatal hingga bedah robotik, agar dapat berjalan dalam satu sistem yang terhubung. Ia menegaskan bahwa peningkatan standar klinis harus berjalan beriringan dengan integrasi layanan dan penguatan keselamatan pasien.

Mempermudah Akses ke Layanan Unggulan

BMHS menilai kebutuhan masyarakat terhadap layanan kesehatan keluarga semakin kompleks. Karena itu, keberadaan skybridge dirancang untuk memastikan pasien dapat mengakses berbagai layanan spesialis secara lebih cepat dan efisien.

Salah satu layanan unggulan yang akan memperoleh manfaat dari integrasi ini adalah fasilitas neonatal di RSIA Bunda Jakarta. Rumah sakit tersebut dikenal sebagai salah satu pusat rujukan nasional dengan 14 tempat tidur Neonatal Intensive Care Unit (NICU) dan menangani ratusan bayi berisiko tinggi setiap tahun. Layanan tersebut didukung oleh tim dokter subspesialis neonatologi.

Selain itu, BMHS juga menjadi pelopor penerapan program Family Integrated Care (FICare) di Indonesia. Program ini memungkinkan orang tua terlibat aktif dalam proses perawatan bayi prematur, yang dinilai mampu meningkatkan hasil klinis pasien.

Di sisi lain, RS Bunda Group juga dikenal sebagai salah satu pionir bedah robotik di Indonesia. Sejak 2012, lebih dari 900 tindakan bedah robotik telah dilakukan di jaringan rumah sakit tersebut.

Dengan adanya skybridge, akses pasien menuju berbagai layanan unggulan yang sebelumnya terpisah secara fisik diharapkan menjadi lebih mudah, aman, dan terkoordinasi. BMHS menilai integrasi tersebut akan menciptakan alur perawatan yang lebih efisien sekaligus meningkatkan pengalaman pasien dan keluarga selama menjalani proses pengobatan.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
India Dukung Proyek Revital...
Nasional
Pimpinan MPR Minta Sistem S...
Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

Menkeu Purbaya Proyeksikan Defisit APBN 2026 Melebar Jadi Rp734,3 Triliun

07 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.