Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dari Aspirasi Jadi Aksi Nyata, Ibas Bantu Operasional TPS 3R demi Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik

📅 Minggu, 05 Jul 2026, 14:18 WIB | Oleh:
Dari Aspirasi Jadi Aksi Nyata, Ibas Bantu Operasional TPS 3R demi Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik Doc: istimewa
Ket. Edhie Baskoro, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Sidomakmur di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Sabtu (4/7).

PACITAN – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) menegaskan bahwa pengelolaan sampah bukan sekadar persoalan kebersihan lingkungan, tetapi merupakan gerakan bersama untuk menjaga lingkungan, menjaga keberlanjutan, menjaga kebersihan dan kesehatan masyarakat, sekaligus menggerakkan perekonomian baru melalui kolaborasi masyarakat, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan.

Menurutnya, sampah yang dikelola dengan baik mampu menghadirkan nilai ekonomi sekaligus memberikan manfaat bagi generasi saat ini maupun mendatang.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, saat meninjau Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Sidomakmur di Kelurahan Sidoharjo, Kabupaten Pacitan, Sabtu (4/7).

Dalam kunjungan tersebut, wakil rakyat dari Dapil Jawa Timur VII itu melihat langsung bagaimana masyarakat mengelola sampah rumah tangga menjadi berbagai produk yang bernilai guna. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh nyata bahwa menjaga lingkungan dapat berjalan beriringan dengan upaya menggerakkan perekonomian baru berbasis masyarakat. Bersama Kementerian Lingkungan Hidup, Ibas juga menghadiri kegiatan Sosialisasi Pengurangan Sampah dan Pembinaan Kelompok Masyarakat Kabupaten Pacitan bertajuk "Sampah Terkelola, Lingkungan Terjaga" yang diikuti ratusan warga.

Mengawali sambutannya, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat itu mengaku selalu merasakan semangat gotong royong yang menjadi kekuatan utama masyarakat Pacitan.

"Setiap kali saya datang ke Pacitan, saya selalu merasakan semangat gotong royong dan kekeluargaan yang begitu kuat. Pacitan bukan hanya memiliki alam yang indah, tetapi juga masyarakat yang pekerja keras dan selalu bergandengan tangan membangun daerahnya," ujar Ibas.

Menurut Lulusan S3 IPB University tersebut, perubahan cara pandang terhadap sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil. Kesadaran masyarakat menjadi pondasi penting untuk menjaga lingkungan, membangun budaya hidup bersih dan sehat, sekaligus memastikan pembangunan yang berkelanjutan.

"Biasanya sampah hanya dibuang begitu saja dan tidak memberikan manfaat. Namun hari ini kita melihat bagaimana, dengan dukungan pemerintah daerah, Dinas Lingkungan Hidup, dan semangat kelompok masyarakat, sampah rumah tangga bisa dikelola menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat," katanya.

Ibas menegaskan bahwa pengelolaan sampah harus menjadi gerakan bersama yang dimulai dari tingkat desa. Menurutnya, apabila masyarakat tidak mulai memikirkan pengelolaan sampah yang terpadu, maka akan sulit mewujudkan lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari bagi generasi mendatang.

"Kalau kita tidak mulai memikirkan pengelolaan sampah yang terpadu, yang mengutamakan kebersihan, kesehatan, dan kelestarian, lalu siapa lagi? Alhamdulillah, Pacitan telah memberikan contoh bagaimana masyarakat bisa berkolaborasi, saling percaya, dan mengelola sampah bukan hanya untuk dikurangi atau digunakan kembali, tetapi menjadi sesuatu yang lebih bernilai," tuturnya.

Ia pun mengajak seluruh masyarakat menjadikan budaya hidup bersih sebagai bagian dari karakter bangsa.

"Mari kita bangun budaya hidup bersih dan sehat sebagai bagian dari karakter bangsa. Orang Jawa punya ungkapan yang sangat baik, 'Resik kuwi sehat, sehat kuwi berkah.' Bersih itu sehat, sehat itu berkah," ajaknya.

Lebih lanjut, Lulusan S2 Nanyang Technological University (Singapura) tersebut menjelaskan bahwa pengelolaan sampah di TPS 3R Sidomakmur membuktikan sampah dapat menjadi sumber manfaat apabila dikelola secara tepat.

"Ternyata sampah bukan hanya dipilah. Sampah organik menghasilkan pupuk, kemudian menghasilkan maggot untuk pakan budidaya lele, dan hasilnya dapat mendukung dapur Makan Bergizi Gratis bagi anak-anak kita. Inilah pola distribusi yang berkelanjutan dan saling menguatkan. Bahkan sampah plastik pun masih bisa dimanfaatkan menjadi sesuatu yang lebih produktif," jelasnya.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google
Advertisement
jakartafair2026

Luar Negeri
Babak Baru Lebanon:  400.00...
Luar Negeri
Telepon Putin, Trump Tawark...

Era Teknologi Memerlukan SDM Tangguh Urusan Digital

42 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Rona
Era Teknologi Memerlukan SD...

Para Arkeolog Menemukan Kota Bizantium Kuno di Gurun Barat Mesir

43 menit yang lalu | Selocahyo Basoeki Utomo S

Luar Negeri
Para Arkeolog Menemukan Kot...
Luar Negeri
Ghana Dikepung Banjir, 34 O...
Gol Penalti Kylian Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

Gol Penalti Kylian Mbappe ke Gawang Paraguay Bawa Prancis Lolos ke Perempat Final Piala Dunia 2026

05 Jul 2026
Pilihan Pembaca
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.