Dari Aspirasi Jadi Aksi Nyata, Ibas Bantu Operasional TPS 3R demi Pengelolaan Sampah yang Lebih Baik
📅 Minggu, 05 Jul 2026, 14:18 WIB | Oleh: SriyonoTPS 3R Sidomakmur saat ini mampu mengelola sekitar 5 ton sampah setiap hari dengan kapasitas pengolahan hingga 10 ton per hari. Pengelolaannya dijalankan secara swadaya oleh 14 orang, yang sebagian besar merupakan anggota karang taruna dan generasi muda setempat.
Pengelolaan sampah di TPS 3R Sidomakmur tidak berhenti pada proses pemilahan. Sampah organik diolah menjadi pupuk organik dan maggot sebagai pakan budidaya lele yang turut mendukung rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG), sementara sampah anorganik dimanfaatkan kembali menjadi berbagai produk bernilai ekonomi. Menurut Ibas, inovasi tersebut merupakan bagian dari pengembangan ekonomi sirkular yang ke depan dapat terus didorong menuju pemanfaatan sampah sebagai sumber energi (waste to energy) dan berbagai inovasi ramah lingkungan lainnya.
Menurut Ibas, inovasi tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah mampu menjaga lingkungan, menjaga keberlanjutan, menjaga kebersihan dan kesehatan, sekaligus menggerakkan perekonomian baru bagi masyarakat.
"Saya bangga karena banyak generasi muda yang tidak malu turun tangan mengelola sampah. Mereka menjaga lingkungan sekaligus memperoleh penghasilan dan kesejahteraan. Inilah contoh nyata bahwa menjaga lingkungan juga bisa menghadirkan manfaat ekonomi," ungkapnya.
Sebaiknya Anda baca juga:
Dalam sesi dialog, Ketua TPS 3R Sidomakmur, Jaidin, menyampaikan bahwa pengelolaan sampah di lokasi tersebut selama ini berjalan dengan baik. Namun, pihaknya masih menghadapi kendala berupa kendaraan operasional pengangkut sampah yang sudah sering mengalami kerusakan sehingga menghambat pelayanan kepada masyarakat.
"Alhamdulillah masyarakat sudah semakin sadar mengelola sampah. Kendala kami saat ini adalah kendaraan operasional yang sudah sering rusak, sehingga proses pengangkutan sampah menjadi kurang maksimal. Kami berharap ada dukungan agar pelayanan kepada masyarakat semakin baik," ujar Jaidin.
Mendengar langsung aspirasi tersebut, Edhie Baskoro segera menyerahkan bantuan berupa satu unit motor roda tiga untuk mendukung operasional TPS 3R. Selain itu, ia juga menyerahkan sejumlah peralatan penunjang guna meningkatkan efektivitas pengelolaan sampah di lokasi tersebut.
Sebaiknya Anda baca juga:
Bantuan tersebut diharapkan mampu memperkuat kapasitas pelayanan TPS 3R sehingga pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat berjalan semakin optimal. Langkah tersebut menjadi bukti nyata bahwa Ibas tidak hanya menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menghadirkan solusi konkret melalui kehadiran langsung di lapangan. Menurutnya, langkah kecil yang dilakukan secara konsisten akan membawa dampak besar dalam menjaga lingkungan, menjaga keberlanjutan, menjaga kebersihan dan kesehatan, sekaligus menggerakkan perekonomian baru bagi masyarakat.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji, Penyuluh Lingkungan Hidup Ahli Madya Koordinator Pembinaan dan Fasilitasi Kelompok Masyarakat Wisti Noviani, SH., M.Si., Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pacitan Cicik Roudlotul Jannah, ST., MM, Camat Pacitan Dita Widiapsari, S.STP., M.Si., Lurah Sidoharjo Andung Ardi Saputra, S.STP., Anggota DPRD Kabupaten Pacitan Baginda Rahardian Pratama, Anung Dwi Ristanto, Wiwit BG, dan Willy Rizky Cahaya, bersama tokoh masyarakat serta ratusan peserta sosialisasi yang mendukung penguatan gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kabupaten Pacitan.
Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas.
Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".
Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.
Komentar (0)
Belum ada komentar.
Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!