Iklan — Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Guru Besar UI Hadirkan Paradigma Baru dalam Penanganan Stroke

📅 Kamis, 09 Apr 2026, 16:40 WIB | Oleh:
Guru Besar UI Hadirkan Paradigma Baru dalam Penanganan Stroke Doc: antara foto
Ket. Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu Keperawatan Neurologi Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) Prof. I Made Kariasa

DEPOK - Guru Besar Tetap dalam Bidang Ilmu KeperawatanNeurologi Fakultas Ilmu Keperawatan (FIK) Universitas Indonesia (UI) Prof. I Made Kariasa menghadirkan paradigma baru penanganan stroke dari sekadar menyelamatkan nyawa menuju pemulihan makna hidup.

Prof. Made di Kampus UI Depok, Kamis (9/4), mengatakan keberhasilan penanganan stroke tidak lagi cukup diukur dari indikator klinis seperti penurunan mortalitas atau keberhasilan terapi akut. Ada tantangan besar yang kerap terabaikan, yakni bagaimana penyintas menjalani kehidupan setelah selamat.

“Stroke bukan sekadar peristiwa biologis yang berhenti pada keberhasilan menyelamatkan nyawa. Tapi juga merupakan pengalaman kehidupan yang menuntut pemulihan makna, martabat, dan keberfungsian manusia secara utuh,” kata Prof. Made.

Ia mengatakan meningkatnya kasus stroke secara global dan tingginya beban disabilitas jangka panjang menunjukkan bahwa pendekatan life-saving tidak lagi memadai sebagai satu-satunya orientasi layanan kesehatan.

Data global memproyeksikan peningkatan jumlah kasus stroke hingga tahun 2030, sementara angka kematian memang menurun berkat kemajuan teknologi medis. Namun, kondisi ini justru diiringi dengan meningkatnya jumlah penyintas yang hidup dengan keterbatasan fisik dan sosial.

Di Indonesia, kata dia, tingginya prevalensi stroke dan faktor risiko berbasis gaya hidup memperkuat urgensi pendekatan yang lebih komprehensif. Dengan prevalensi mencapai 8,3 persen, stroke menjadi salah satu beban utama sistem kesehatan nasional.

Faktor risiko seperti hipertensi, diabetes, kurang aktivitas fisik, merokok, dan stres, menunjukkan bahwa persoalan stroke tidak hanya bersifat klinis, kata dia, tetapi juga berkaitan erat dengan perilaku dan determinan sosial kesehatan.

Dalam konteks ini Prof. Made menekankan bahwa keperawatan neurologi harus bergerak dari pendekatan terfragmentasi menuju pendampingan berkelanjutan, mulai dari promotif, preventif, kuratif, hingga rehabilitatif.

Pergeseran menuju life-meaning menjadi penting, lanjut dia, agar penyintas tidak hanya bertahan hidup, tetapi mampu menjalani kehidupan yang bermakna, mandiri, dan bermartabat.

Like, Share, Comment:

Komentar (0)

Belum ada komentar.

Kirim

Silakan login via Google untuk dapat memberi komentar!

Google Login dengan Google

Harga Emas Mager di Tiga Lokasi pada Pagi Hari Senin Ini

20 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Harga Emas Mager di Tiga Lo...

Dahsyat Animo Warga Jakarta Sambut JFF di TIM

25 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Dahsyat Animo Warga Jakarta...

Langit Jakarta tak Turun Hujan, Cerah Berawan

32 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Megapolitan
Langit Jakarta tak Turun Hu...
PROFIL BINTANG

Matheus Cunha

32 menit yang lalu | Opik

Olahraga
Matheus Cunha

Peraih Medali Emas Panjat Tebing Tak Mau Berpuas Diri

36 menit yang lalu | Aloysius Widiyatmaka

Olahraga
Peraih Medali Emas Panjat T...
Olahraga
Laga Uji Coba Timnas Norweg...
Megapolitan
Bdekasi Ngos-ngosan Menggal...
  • Hunian Tamiang 4 Ditarget Rampung Juni 2026, Menteri PU Pastikan Tepat Waktu
    Preview komentar:
    Di bukit tempurung,kota kualasimpang,Dana perabot,ekonomi dan jadub aja ...
  • 39,7 Ton Sampah Diangkat dari Kali Sabi Tangerang
    Preview komentar:
    Bukan hanya di C2, C3 juga banyak yg ...
  • Jangan Asal Upload KTP dan NIK! Diskominfo Tangerang Peringatkan Risiko Penyalahgunaan Data.
    Preview komentar:
    Jika Pak RT meminta photovopy KK, guna pendataan, ...
OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

OJK Sebut Ada 8 Pinjol yang Masuk Pengawasan Khusus

07 Jun 2026
Pilihan Pembaca
# 7
# 7
Ratifikasi IEU-CEPA Dorong Daya Saing
Indeks Berita Populer +
Advertisement
logo kj
Kami mendeteksi AdBlocker di browser anda


Website kami bergantung pada iklan untuk terus dapat menghadirkan jurnalisme berkualitas. Dukung kami dengan mengijinkan iklan tampil di browser anda.

Silakan non-aktifkan AdBlocker dengan cara:
- Klik ikon AdBlock pada area ekstensi browser (di bagian pojok kanan atas).
- Lalu klik pilihan untuk menonaktifkan atau pilihan "Don't run on this website / on this page".

Setelah itu Refresh / Muat Ulang halaman ini.